Minggu, 06 Desember 2015
Pengamat Pendidikan: Ujian Negara (UN) Terkesan Menakutkan Bagi Siswa
Diposkan oleh piens di 20.04
Pengamat: UN Terkesan Menakutkan Bagi Siswa
BANJARMASIN, KOMPAS.com - Pengamat sosial kemasyarakatan dari Universitas Palangka Raya (Unpar), Prof Dr HM Norsanie Darlan MS PH berpendapat, Ujian Nasional (UN) tahun 2013, membuat siswa peserta UN stres.
"Pasalnya UN terkesan menakutkan bagi siswa dan orang tuanya, sehingga perlu pemikiran mencari pemecahan yang dapat menguntungkan dan rasa toleransi terhadap anak didik tersebut," kata HM Norsanie Darlan kepada Antara Kalimantan Selatan, di Banjarmasin, Minggu (28/4/2013).
Selain itu, beberapa tempat di tanah air ujian tertunda sampai jam 14 pada hari yang sama. Bukankah hal ini tidak merugikan siswa, lanjut mantan aktivis Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI) tersebut.
"Mengapa merugikan siswa? Karena anak-anak dari rumah turun lebih awal, untuk mengikuti ujian yang direncanakan pukul 08-00 pagi. Jika ditunda hingga pukul 14.00, bagaimana makan siang mereka," ujarnya.
"Apakah semua anak membawa uang untuk makan siang. Apakah cafe atau warung di sekolah menyediakan makanan untuk sejumlah siswa mereka. Kalau tidak, kan jadi merepotkan dan bisa membuat steres," lanjutnya.
Guru Besar pada perguruan tinggi negeri tertua dan terbesar di Kalteng itu, meminta, jangan masalah ujian nasional dijadikan semakin tahun semakin diperberat, sehingga terkesan menakutkan, terlebih dengan pengawalan aparat kepolisian.
Menurut Profesor itu, UN 2013 sebuah peristiwa menggemparkan, dan pasti tercatat dalam sejarah pendidikan di Indonesia, dimana 11 provinsi tidak dapat melaksanakan ujian secara bersamaan.
"Apakah soal ujiannya tetap sama bagi provinsi yang terlambat. Kalau soalnya sama, tidak menutup kemungkinan terjadi jawaban soal akan dibantu oleh mereka yang rajin memberikan jawaban," ujarnya.
Seharusnya, menurut Direktur Program Pascasarjana Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Unpar itu, semakin tahun penanganan UN semakin canggih, serta memberi harapan yang lebih baik.
"Tapi mengapa UN 2013 terjadi tahun yang suram. Ini perlu pemikiran ulang, apakah perhitungan yang telah ditetapkan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) sudah tepat?," tanyanya.
"Namun kalau memperhatikan 11 dari 32 provinsi di Indonesia terlambat, bararti ada masalah besar. Sementara tahun-tahun sebelumnya tidak demikian, dan kalau cuma satu atau dua kabupaten yang terlambat bisa ditoleransi," kata Norsanie.
Kamis, 03 Desember 2015
Di Arab, ada WNI meminta terjemahan Alquran berbahasa daerah Alquran
Di Arab, ada WNI meminta terjemahan Alquran berbahasa daerah
Reporter : Mohamad Taufik | Jumat, 8 Agustus 2014 18:28
Merdeka.com - Warga Negara Indonesia (WNI) yang diundang umrah Pemerintah Arab Saudi sebanyak 20 orang, diketahui meminta terjemahan Alquran ke berbagai bahasa daerah di tanah air.
Permintaan itu terungkap dalam tanya jawab saat mereka mengunjungi Percetakan Alquran Terbesar di Dunia, di Madinatul Munawarah Arab Saudi 7 Agustus 2014 atau Kamis pukul 09.00 waktu setempat. Hal itu dikatakan salah satu peserta umrah HM Norsanie Darlan dalam surat elektronik kepada Antara Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Jumat (08/08).
Guru Besar Universitas Palangkaraya (Unpar) Kalimantan Tengah (Kalteng), itu mengungkapkan alasan permintaan terjemahan Alquran ke berbagai bahasa daerah, yaitu karena di Indonesia banyak sekali suku bangsa.
"Pasalnya dari sejumlah suku bangsa tersebut, mungkin banyak pula yang membaca Alquran, tapi belum tahu apa makna yang terkandung dalam kitab suci umat Islam tersebut," ujarnya.
Ketika tanya jawab tersebut, salah satu direktur percetakan Alquran itu juga menjelaskan beserta alat peraganya dalam penulisan kitab suci umat Islam tersebut, bahwa sejak zaman Khalifah Usman bin Affan yang mengumpulkan tulisan karena penghafalnya satu per satu meninggal dunia.
Oleh karena itu, lanjutnya, tulisan Alquran tersebut dikumpulkan pada daun lontar, tulang-tulang dan berbagai sumber lain, ungkapnya mengutip penjelasan direktur percetakan Alquran terbesar di dunia itu.
Dari penjelasan saat itu, lanjutnya, diperagakan pula penulisan Alquran dari huruf gundul dengan Khat, sudah dikoreksi oleh sembilan ahlinya dari tiga tenaga tenaga ahli penulisnya.
Kesembilan orang yang mengoreksi itu, apakah sudah betul-betul cocok ataukah ada goresan-goresan yang tidak sesuai. Kemudian tim yang mencocokkan dengan bahasa, artinya dan sebagainya.
"Oleh sebab itu pula, selembar Alquran bisa terbit harus melalui 90 orang tim satu sama lain yang bertugas mengoreksi," ungkap mantan aktivis Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI) tersebut.
Dalam pertemuan yang berlangsung pukul 09.00 - 11.45 waktu setempat itu, jamaah umrah asal Indonesia tersebut mendapat bingkisan Alquran masing-masing dua berbahasa Arab, satu terjemahan ke dalam bahasa Indonesia dan satu lagi Alquran dalam bentuk kecil.
[mtf]
Rabu, 04 November 2015
PENINGKATAN MUTU DAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN NON FORMAL INFORMAL
Oleh :
H. M. Norsanie Darlan
PENDAHULUAN
Tulisan ini disiapkan dalam rangka menyongsong seminar nasional yang diselenggarakan Universitas Negeri Malang di penghujung bulan Oktober 2015. Dan kita sama maklumi bahwa Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 sangat menjanjikan terhadap tugas kita sebagai akademisi pendidikan luar sekolah/PNF untuk berkarya. Hanya saja tidak semua orang tahu dan mengayomi profesi kita. Apakah mereka memang tidak tahu, ataukah sengaja tidak menghiraukannya.
Pendidikan Luar Sekolah/Pendidikan Non Formal ini seharusnya kita bersama-sama berupaya untuk meningkatkan. Tapi peningkatan itu, tidak akan terwujud kalau Sumber Daya Manusia yang kita produk sebagai sarjana PLS/PNF dan mari kita bersama-sama untuk memperbaikinya. Peningkatan kualitas selama mahasiswa kita bina dengan harus dapat terlihat nilai tambah di mata mereka. Baru sarjana PLS/PNF yang kita produk itu mau mereka pakai. Sebab disadari atau tidak oleh kita semua adalah mereka yang lain pun akan mengunggulkan kesarjanaan yang melekat pada diri. Sehingga bagaimana kesarjanaan PLS/PNF kita ini dapat diterima oleh banyak orang. Tentu tidak lain memperbaiki mutu/kualitas kesarjanaan kita. Apa lagi di akhir tahun 2015 ini, MEA mulai memasuki kawasan negeri kita dan berbagai negara di ASEAN.
PENINGKATAN MUTU
Menurut seorang ahli bernama Adi S, (2015) peningkatan berasal dari kata tingkat. Yang berarti lapis atau lapisan dari sesuatu yang kemudian membentuk susunan. Tingkat juga dapat berarti pangkat, taraf, dan kelas. Sedangkan peningkatan berarti kemajuan. Secara umum, peningkatan merupakan upaya untuk menambah derajat, tingkat, dan kualitas maupun kuantitas. Peningkatan juga dapat berarti penambahan keterampilan dan kemampuan agar menjadi lebih baik. Selain itu, peningkatan juga berarti pencapaian dalam proses, ukuran, sifat, hubungan dan sebagainya.
Kata peningkatan biasanya digunakan untuk arti yang positif. Contoh penggunaan katanya adalah peningkatan mutu pendidikan, peningkatan kesehatan masyarakat, serta peningkatan keterampilan para penyandang cacat. Peningkatan dalam contoh diatas memiliki arti yaitu usaha untuk membuat sesuatu menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Suatu usaha untuk tercapainya suatu peningkatan biasanya diperlukan perencanaan dan eksekusi yang baik. Perencanaan dan eksekusi ini harus saling berhubungan dan tidak menyimpang dari tujuan yang telah ditentukan.
Kata peningkatan juga dapat menggambarkan perubahan dari keadaan atau sifat yang negatif berubah menjadi positif. Sedangkan hasil dari sebuah peningkatan dapat berupa kuantitas dan kualitas. Kuantitas adalah jumlah hasil dari sebuah proses atau dengan tujuan peningkatan. Sedangkan kualitas menggambarkan nilai dari suatu objek karena terjadinya proses yang memiliki tujuan berupa peningkatan. Hasil dari suatu peningkatan juga ditandai dengan tercapainya tujuan pada suatu titik tertentu. Dimana saat suatu usaha atau proses telah sampai pada titik tersebut maka akan timbul perasaan puas dan bangga atas pencapaian yang telah diharapkan.
SUMBER DAYA MANUSIA
Sumber daya manusia (SDM) adalah salah satu faktor yang sangat penting bahkan tidak dapat dilepaskan dari sebuah organisasi, baik institusi maupun perusahaan. SDM juga merupakan kunci yang menentukan perkembangan perusahaan.
Sumber daya manusia (SDM) adalah salah satu faktor yang sangat penting bahkan tidak dapat dilepaskan dari sebuah organisasi, baik institusi maupun perusahaan. SDM juga merupakan kunci yang menentukan perkembangan perusahaan. Pada hakikatnya, SDM berupa manusia yang dipekerjakan di sebuah organisasi sebagai penggerak untuk mencapai tujuan organisasi itu.
Dewasa ini, perkembangan terbaru memandang karyawan bukan sebagai sumber daya belaka, melainkan lebih berupa modal atau aset bagi institusi atau organisasi. Karena itu kemudian muncullah istilah baru di luar H.R. (Human Resources), yaitu H.C. atau Human Capital. Di sini SDM dilihat bukan sekedar sebagai aset utama, tetapi aset yang bernilai dan dapat dilipatgandakan, dikembangkan (bandingkan dengan portfolio investasi) dan juga bukan sebaliknya sebagai liability (beban,cost). Di sini perspektif SDM sebagai investasi bagi institusi atau organisasi lebih mengemuka.
Pengertian SDM dapat dibagi menjadi dua, yaitu pengertian mikro dan makro. Pengertian SDM secara mikro adalah individu yang bekerja dan menjadi anggota menurut Zaien (1982) adalah:”…suatu perusahaan atau institusi dan biasa disebut sebagai pegawai, buruh, karyawan, pekerja, tenaga kerja dan lain sebagainya…”. Sedangkang pengertian SDM secara makro adalah penduduk suatu negara yang sudah memasuki usia angkatan kerja, baik yang belum bekerja maupun yang sudah bekerja.
Berbicara tentang sumber daya menurut Sudjana (1982; 4) dan Darlan (2002; 13) bahwa: “…sumber daya terdiri dari sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya buatan, sumber daya laut, sumber daya angina, sumber daya mata hari, sumber daya air, dsb…” Sedangkan Muhadjir (1987; 26 dan Prawoto (1980;19) adalah kualitas manusia dan interaksi yang berlangsung di dalam kelompok manusia itu sangat menentukan nilai penghargaan sebagai sumber daya manusia…”.
Secara garis besar, pengertian Sumber Daya Manusia adalah individu yang bekerja sebagai penggerak suatu. organisasi, baik institusi maupun perusahaan dan berfungsi sebagai aset yang harus dilatih dan dikembangkan kemampuannya.
Bila kita memperhatikan pemahaman tentang definisi manajemen sumber daya manusia yang dilontarkan oleh para ahli, diantaranya sebagai berikut:
1.Menurut Hasibuan
Manajemen sumber daya manusia adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat. Permasalah yang kita`hadapi adalah erat hubungannya dengan sumber daya manusia PLS/PNF.
Analisis: Dari definisi di atas dapat dilihat bahwa Hasibuan (2000; 16) memberikan penekanan dalam pemahaman MSDM yaitu: sebagai sebuah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja. Dalam melakukan kegiatan manajemen sumber daya tidak hanya bagaimana seseorang pimpinan mengetahui potensi pegawainya, namun lebih pada bagaimana seorang pemimpin mendesain sebuah formulasi tertentu dalam mengaplikasikan para sumber daya pegawai yang ada sesuai dengan kemampuan sumber daya yang kita dimiliki. Desain yang telah dibuat tersebut diharapkan mampu mengkoordinir keinginan-keinginan para pegawai serta koordinasi antara pegawai dan pimpinan serta antar pegawai. Melalui skema desain yang tepat diharapkan mampu meningkatkan kinerja para pegawai secara efektif dan efisien sehingga mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
2. Moses N. Kiggundu (1989) dalam Ambar Teguh Sulistyani dan Rosidah (2003: 11); Human resources management is the development and utilization of personnel for the effective achievement of individual, organizational, community, national, and international goals and objectives. (MSDM adalah pengembangan dan pemanfaatan pegawai dalam rangka tercapainya tujuan dan sasaran individu, ….., masyarakat, bangsa dan internasioanal yang efektif).
Analisis: Dalam definisi menurut Kinggundu (1989) tersebut dapat dilihat bersama bahwa pendapat Kiggundu (1989), memberikan penekanan pada kata “development and utilization of personnel for the effective achievement”. Secara garis besar kalimat tersebut memiliki pemahaman MSDM sebagai sebuah upaya mengembangkan potensi para pegawai melalui beberapa pelatihan, baik yang sifatnya umum maupun khusus guna memunculkan pegawai yang benar-benar berkompetensi dalam bidangnya termasuk dalam keahlian kita sebagai orang-orang PLS/PNF. Menurut Notoatmodjo (1992: 5) pengembangan sumber daya secara mikro adalah suatu proses perencanaan pendidikan dan pelatihan dan pengelolaan tenaga atau karyawan untuk mencapai suatu hasil yang optimum. Sebagai tindak lanjutnya ketika seorang pegawai sudah mampu meningkatkan kapasitasnya, para pegawai tersebut diproyeksikan dalam upaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan di awal baik itu keberhasilan individu, masyarakat, maupun organisasi. Namun, dalam pemahaman tentang pengertian MSDM tersebut masih sangat terbatas belum terlalu kompleks hanya sebatas upaya pengembangan serta pendayagunaan pegawai saja dalam mencapai sebuah tujuan yang telah ditetapkan.
3. Menurut Tulus (1992) dalam Suharyanto dan Hadna (2005 : 13);
Manajemen sumber daya manusia adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan atas pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan pemutusan hubungan tenaga kerja dimaksud membantu tujuan organisasi, individu dan masyarakat.
Sedikit Analisis: Dalam pemahaman definisi MSDM menurut Tulus (1992) dirasa telah sedikit lebih kompleks jika dibandingkan dengan pemahaman yang sebelumnya dengan melihat beberapa fungsi yang telah mulai dijabarkan sebagai bagian penting dari kegiatan manajemen sumber daya manusia PLS/PNF. Dalam pendapat Tulus (1992) tersebut dapat dilihat bagaimana beliau mencoba menjabarkan pemahaman MSDM yang ditekankan pada empat fungsi yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan. Selain itu, dalam definisi di atas dapat dilihat bagaimana Tulus (1992) mencoba memperjelas ataupun memberikan poin-poin penting dalam pemahamannya tentang MSDM, yaitu meliputi pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemutusan hubungan kerja. Dalam poin-poin penting yang telah dijabarkan tersebut dinilai mampu melengkapi pemahaman yang digunakan Tulus (1992) dalam mendefinisikan MSDM. Melalui berbagai kegiatan-kegiatan dalam upaya meningkatkan kemampuan para pegawai diharapkan mampu bekerja secara efektif serta efisien tersebut guna mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya baik itu individu, masyarakat
4. Menurut Armstrong (1990: 1) ;
Sumber Daya Manusia adalah suatu pendekatan terhadap manajemen manusia yang berdasarkan empat prinsip dasar. Pertama, sumber daya manusia adalah harta paling penting yang dimiliki oleh suatu organisasi, sedangkan manajemen yang efektif adalah kunci bagi keberhasilan organisasi tersebut. Kedua, keberhasilan ini sangat mungkin dicapai jika peraturan atau kebijaksanaan dan prosedur yang bertalian dengan manusia dari perusahaan tersebut saling berhubungan, dan memberikan sumbangan terhadap pencapaian tujuan perusahaan dan perencanaan strategis. Ketiga, kultur dan nilai perusahaan, suasana organisasi dan perilaku manajerial yang berasal dari kultur tersebut akan memberikan pengaruh yang besar terhadap hasil pencapaian yang terbaik. Serta yang terakhir adalah manajemen sumber daya manusia berhubungan dengan integrasi yakni semua anggota organisasi anggota tersebut terlibat dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
Analisis: Dari definisi di atas dapat dilihat bagaimana MSDM mempunyai empat prinsip dasar yang utama, diantaranya adalah sumber daya manusia menjadi harta paling penting dalam sebuah organisasi (termasuk organisasi PLS), harus dikelola dan diatur dengan baik, sehingga dapat menimbulkan peran aktif dari pegawai sehingga manajemen organisasi yang efektif serta efisien.
Yang kedua adalah keberhasilan sangat mungkin dicapai jika kebijaksanaan dan prosedur yang berkenaan dengan manusia dari perusahaan tersebut saling berhubungan dan memberikan sumbangan terhadap pencapaian tujuan dan perencanaan strategis perusahaan.
Dari pernyataan tersebut dapat dipahami sebagai pentingnya bagaimana suatu kebijakan dibuat serta bagaimana perlakuan yang diberikan kepada para pegawai sehingga dapat meningkatkan kinerja pegawai untuk mau berkontribusi secara optimal dalam upaya mencapai tujuan suatu organisasi.
Yang ketiga adalah kultur dan nilai perusahaan, suasana organisasi dan perilaku manajerial yang berasal dari kultur tersebut akan memberikan pengaruh yang besar terhadap hasil pencapaian yang terbaik. Dari pernyataan tersebut dapat dipahami bahwa kultur, nilai, suasana serta perilaku manajerial organisasi memiliki pengaruh yang cukup besar dalam mempengaruhi tingkat kinerja pegawai agar sesuai dengan harapan suatu organisasi. Ketika suasana kekeluargaan dibawa dalam sebuah sistem manajerial suatu organisasi kiranya akan lebih efektif dibanding dengan gaya kepemimpinan yang otoriter, serta mengaanggap bahwa pegawai bukan hanya sekedar mesin akan tetapi diperlakukan sebagai sekelompok rekan kerja dalam sebuah tim. Hal tersebut harus dikelola dengan baik sehingga apa yang menjadi tujuan organisasi bisa tercapai. Yang terakhir adalah MSDM menjadikan semua anggota organisasi terlibat dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Melalui fungsi yang terakhir tersebut dapat dilihat bagaimana para pegawai menjadi sebuah faktor penting dalam sebuah kinerja suatu organisasi dalam mencapai tujuan suatu organisasi secara efektif serta efisien.
Dari seluruh definisi serta pemahaman yang telah dilampirkan, penulis dapat membangun sebuah definisi serta pemahaman pribadi tentang manajemen sumber daya manusia yaitu merupakan sebuah ilmu serta seni dalam kegiatan perencanaan, pengelolaan dan pengembangan segala potensi sumber daya manusia yang ada serta hubungan antar manusia dalam suatu organisasi ke dalam sebuah desain tertentu yang sistematis sehingga mampu mencapai efektifitas serta efisiensi kerja dalam mencapai tujuan, baik individu, masyarakat, maupun organisasi.
PENDIDIKAN NON FORMAL INFORMAL
1. Pendidikan formal : pendidikan yang didapat dari suatu lembaga pendidikan (sekolah sd/smp/sma).
2. Pendidikan nonformal : pendidikan yang didapat dari lembaga pendidikan selain sd/smp/sma (bimbingan belajar/kursus).
3. Pendidikan informal : pendidikan yang didapat dari lingkungan keluarga.
PELUANG SDM NON FORMAL
Dari awal tahun 2015 tenaga SDM Non Formal memang tidak seluruhnya menguntungkan. Namun dipenghujung tahun ini, Akademisi mendapatkan tawaran untuk menunjukkan kepiawan profesinya dalam pendidikan luar sekolaah/pendidikan non formal. Karena ada surat dari Direktorat Jend Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat nomor: 70C.C3/TU/2015. yang menawarkan kalangan akademisi profesional PLS untuk ikut pelatihan calon pelatih Nasional Pendidikan Keluarga. Pekerjaan itu tidak haanya sampai pelatihan ”TOT” itu saja, tapi sudah dijadwal di negeri ini setiap provinsi menyemenggarakan pelatihan pendidikan keluarga. Tenaga instrukturnya adalah mereka yang pernah dilatih pada tanggal 19-23 oktober 2015 di Bogor. Ini baru salah satu peluang dan masih banyak peluang lainnya yang terkadang tidak diketahui oleh dosen/akademisi yang terkadang kita sering lalai dalam menghadapi keadaan.
Peluang akademisi sungguh banyak, tapi mungkin tidak semua hal itu kita mengetahui atau belum menemukan jalan menuju hal itu. Karena tidak semua akademisi PLS/PNF dikenal oleh kita dimana tempat-tempat pelayanan PLS/ pendidikan non formal. Karena tempat-tempat penyelenggara PLS/PNF tidak seluruhnya diselenggarakan oleh akademisi dan sarjana PLS/PNF.
SUMBER DAYA PLS/PNF
Memang sering kita terperanjat dalam melihat keadaan di masyarakat. Sepertinya keadaan ini seharusnya pekerja kita tenaga sarjana dari PLS/PNF, tapi kenyataannya di kerjakan oleh mereka yang berlakang belakang pendidikan lain. Salah satu contoh: tenaga lapangan dikmas (TLD). Trus kenapa hal ini terjadi ?. penulis menganggap hal seperti ini, adalah kelalaian kita semua. Dan bagaimana memperbaikinya ?.
Sungguh banyak keperluan Sumber Daya Manusia seperti: Bidang/Subdin PLS, BP2PNFI, SKB, PKBM, LKP dll. Namun masih dapat dihitung dengan jari jumlah sarjana PLS/PNF yang diserap di sana. Tapi anehnya dizaman reformasi ini, tenaga kita tidak seluruhnya dipakai. Apakah karena dengan jalur bebas menerima tenaga kerjanya ataukah sarjana PLS/PNF sendiri yang mulai kehilangan arah.
Pengalaman penulis ikut duduk di pemerintah daerah di awal reformasi menunjukan bahwa setiap tahun dari badan kepegawaian daerah (BKD) menyurati / meminta kepada semua Dinas, Badan di lingkungan pemerintah daerah untuk masing-masing instansi mendapat jatah tenaga / SDM baru dalam tahun berikutnya. Namun siapa calon yang akan diterima adalah atas usul kepala instansi itu. Sarjana PLS/PNF tidak mereka usulkan. Padahal sangat diperlukan. Karena Sarjana PLS/PNF tidak banyak mereka kenal, karena masih banyak sarjana lain. Oleh sebab itu, mari kita sama-sama mempromosikan PLS/PNF kita secara bersama-sama. Dan belajar dari pengalaman tersebut, kalau seseorang kepala Dinas, Badan mengingat keluarganya tidak bekerja. Maka keluarganya itulah yang ia usulkan. Walau di instansi tersebut tidak memerlukan tenaga sarjana yang ia usulkan. Akhirnya munculah sarjana yang tidak seharusnya dikehendaki yang berdasarkan kebutuhan. Dan sarjana PLS/PNF jadi ditinggalkan lambat laun tentu jadi tertinggal. Contohnya penerimaan tenaga TLD tidak memperhatikan kesarjanaan. Sehingga setelah mereka selesai prajabatan, pegawai baru ini mulai mengurus pindah. Karena alasannya kesarjaannya tidak cocok dengan pekerjaan PLS/PNF tadi. Dan kita ketahui bersama, bahwa Subdin PLS itu adalah mengerjakan, pekerjaan teknis.
MENGHADAPI MEA
Setuju atau tidak setuju, masyarakat ekonomi asean (MEA) akan menggrogoti PLS. Kenapa ?, karena nama PLS sudah tidak aktual lagi. Mengingat pasar bebas Indonesia Desember 2015 mulai memasuki kawasan negeri kita. Sehingga tidak jadi terkenal sarjana PLS dimata, telinga negara-negara Asean. Karena sarjana-sarjana mereka menggunakan nama bahasa Inggris Non Formal Education. Sedangkan PLS pasarannya hanya terbatas di tanah air, tapi kalau kita membawa ijazah sarjana PLS ke Singapora nama PLS tidak mereka kenal. Yang mereka kenal adalah sarjana Pendidikan Non Formal. Demikian juga negara-negara lainnya seperti: Piliphina, Thailand, Laos dan berbagai negara Asean lainnya.
Dengan demikian hasil rapat kita di Surabaya tahun 2013 lalu, perlu kita ulang lagi ke Dirjen Pendidikan tinggi, agar sarjana-sarjana PLS laku dan dipakai hanya di tanah air, tapi juga di berbagai negara Asean lainnya. Bila kita tidak menghiraukan ini, nasip mahasiswa kita jadi suram.
Bila kita para akademisi PLS/PNF membiarkan hal seperti sekarang, maka suram nasib kita semua. Sekarang kita perlu bangkit dengan menyamakan status sarjana kita antara pendidikan non formal dari berbagai negara mereka akan masuk ke berbagai negeri. Termasuk ke Indonesia. Tapi bagaimana sarjana PLS, kalau namanya saja tetap PLS, maka ke Singapora pun orang tidak tahu dengan PLS. Apa lagi ke Philina, Laor, Muang Thai. Pasti tidak laku sarjana kita. Karena nama kesarjanaan kita masih PLS. Karena problema tidak diketahui orang apa itu PLS. Berarti kita membuat nama yang dikenal orang lain seperti: Sarjana Pendidikan Non Formal.
SARJANA PLS PUNYA JALAN
Bila kita memperhatikan terhadap kesarjanaan PLS/PNF yang punya pengalaman lapangan, punya keterampilan pendidikan kewiraswastaan, dan berbagai pengalaman mereka dalam pengelola kelompok belajar masyarakat tentu. Sekarang apa harusnya sarjana PLS agar punya jalan di luar PNS.
Bila sarjana PLS/PNF menekuni pengalaman pendidikan kewirausahaan di saat ia mahasiswa. Maka ia mengetahui warga masyarakat Indonesia membutuhkan pendidikan yang layak. Kenapa tidak setelah menjadi sarjana PLS/PNF ? kenapa tidak mendirikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Pendirian PKBM oleh seorang sarjana PLS/PNF berarti membuka kesempatan kepada sarjana lain. Artinya dengan PKBM dibuka oleh sarjana PLS/PNF secara profesional, maka PKBM merupakan sebuah lapangan kerja usaha. Ia dapat mempekerjakan para sarjana lain. Misalnya PKBM merasa perlu ada kursus bahasa Inggris, maka sarjana bahasa Inggris, bisa kita jadikan tutor/instruktur bahasa di PKBM. Demikian juga sarjana matimateka.
Dengan memperkatikan hal di atas, para sarjana PLS/PNF akan` dapat sejahtera kalau kita dapat menanfaatkan ilmu kita sebagai bidang ilmu yang luas sekali. Tapi kalau akademisi memberikan wacana kepada mahasiswa agat tidak selalu berharap ke PNS. Tapi arahkan mahasiswa kita agar bisa berwira usaha.
PELIBATAN SDM PLS/PNF
Peningkatan Sumber daya manusia pendidikan luar sekolah/pendidikan non formal adalah dengan berbagai cara yaitu: tenaga pendidikan luar sekolah tidak hanya sekedar berteori. Tapi bagaimana para sarjana PLS/PNF berjuang aktif dalam mendirikan PKBM-PKBM baru untuk berwirausaha dalam pendidikan luar sekolah.
Selain itu, bagi penyelenggara pendidikan luar sekolah/pendidikan non formal harusnya ada menempatkan tenaga sarjana PLS/PNF sebagai tenaga ahlinya. Karena selama ini, di kawasan Kalimantan Tengah dari hasil penelitian penulis tempat-tempat penyelenggaraan pendidikan luar sekolah/Pendidikan Non Formal hanya sebagai penonton. Dan para penyelenggara di atas, bebas berasal dari berbagai bidang keilmuan. Sehingga muncul anggarapan masyarakat pendidikan non formal itu tanpa dengan tenaga ahli PLS/PNF mereka sudah bisa menyenggarakan pendidikan non formal. Dan untuk apa melibatkan tenaga ahli PLS/PNF ?. Sementara dalam pendirian PKBM, Lembaga Kursus dan Pelatihan, masih belum mempersyaratkan adanya keterlibatan sarjana PLS/PNF. Mudah-mudahan dimasa datang ada peraturan ke arah ini. Dan bagi pemilik PKBM/LKP dan sejenisnya, harus mendidikan keluarganya ke PLS/PNF.
Semoga sukses selalu.
DAFTAR PUSTAKA
Adi S, 2015. Greer, Charles R, 1995. Strategy and Human Resources: a General Managerial Perspectiv, Peningkatan, New Jersey.
Armstrong, 1990. Manajemen sumber daya manusia, suatu pendekatan terhadap manajemen manusia, makalah, Jakarta.
Darlan, H.M. Norsanie, 2002. Pengembangan Model Pelatihan Keterampilan Bagi Masyarakat Desa Tertinggal Kawasan Pantai (Studi Kasus Pemberdayaan Kaum Perempuan Keluarga Nelayan Desa Sei Pudak Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah), Disertasi, Bandung.
Hasibuan 2000, Manajemen sumber daya manusia, Artikel, Jakarta.
N. Kiggundu, Moses. 1989. Sulistyani, Ambar Teguh dan Rosidah 2003. pengembangan dan pemanfaatan pegawai dalam rangka tercapainya tujuan, Makalah, Jakarta.
Muhadjir, Noeng, 1987. Kepemimpingan Adopsi Untuk Pembangunan Masyarakat, Disertasi, Rake Press, Yogyakarta.
Notoatmodjo, 1992. pengembangan sumber daya secara mikro,
Prawoto, Ruslan, H. 1980. Ekonomi Sumber daya manusia, Alumni, Bandung.
Sudjana, Djudju, 1982. Pendidikan Luar Sekolah, (wawasan Sejarah perkembangan filsafat, teori pendukung Asas), Al-Falah Production, Bandung.
Tulus, 1992 dalam Suharyanto dan Hadna, 2005. Manajemen sumber daya manusia, pengarahan, dan pengawasan atas pengadaan,
Zein, M.T. 1981. Manajemen sebuah rintisan. membantu dengan mengembangkannya.
------------, 1982. Sumber daya Konsep yang berubah sepanjang sejarah, Prisma Volume 11, Jakarta.
Prof. Dr. H.M. Norsanie Darlan, MS PH, guru besar program Studi S-1 dan S-2 PLS/PNF Pascasarjana Universitas Palangka Raya. materi ini dipaparkan dalam seminar nasional Universitas Negeri Malang, 31 Oktober 2015.
Komentar : Prof. Norsanie Darlan di Republika
Selasa, 03 November 2015, 02:01 WIB
Komentar : 0
Republika/Edi Yusuf
A+ | Reset | A-
REPUBLIKA.CO.ID, PALANGKA RAYA -- Pengamat Pendidikan dari Universitas Negeri Palangka Raya Prof Norsanie Darlan menyatakan perlunya penambahan jam pelajaran bagi siswa setelah sekolah yang libur panjang akibat bencana kabut asap.
"Selama 34 hari kegiatan belajar-mengajar lumpuh akibat bencana kabut asap sehingga siswa tertinggal pelajaran. Untuk itu jam belajar perlu ditambah," kata Guru Besar UNPAR itu di Palangka Raya, Senin.
Menurut dia, penambahan jam pelajaran setidaknya dilakukan selama tiga jam setiap hari sehingga ketertinggalan pelajaran yang dialami siswa dapat terkejar.
"Penambahan harus dilakukan minimal tiga jam dalam sehari dan dilakukan hingga akhir semester ini. Tetapi jika itu memberatkan siswa maka dapat dilakukan selama dua jam per hari," katanya.
Alternatif lainnya, sekolah dapat memberi tugas tambahan dan melaksanakan program ekstrakulikuler yang dikhususkan pada materi pelajaran yang tak sempat diajarkan akibat libur sekolah.
"Kebijakan ini harus dievaluasi setiap akhir bulan untuk melihat pengaruhnya terhadap siswa. Jika dinilai baik ditingkatkan, dan jika sebaliknya harus segera diambil tindakan, sehingga target pencapaian evaluasi diakhir Januari 2016 bisa dilaksanakan," katanya.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palangka Raya Mahlani mengatakan, akibat bencana kabut asap yang melanda wilayah itu setidaknya siswa tertinggal pelajaran sekitar 16,60 persen.
Untuk itu, pihaknya tengah berkoordinasi dengan pihak sekolah guna menyiapkan program bagi ribuan siswa di Palangka Raya dalam rangka mengejar ketertinggalan pelajaran.
"Apakah menambah jam sekolah, memberi tugas atau menambah les setelah sekolah. Kita sedang berkoordinasi dengan sekolah untuk menentukan langkah yang paling efektif bagi anak-anak kita. Kita juga meminta agar jadwal ujian akhir diundur," katanya.
Jumat, 23 Oktober 2015
Kanal Jembatan Tumbang Nusa Membantu Cadangan Air
Beranda Suara Warga Mimbar Kanal Jembatan Tumbang Nusa Membantu Cadangan Air
Suara Warga Mimbar
Minggu, 18 Oktober 2015 - 20:50 WIB 18.00
SHARE
Dalam rangka kunjungan Presiden RI Jokowi ke Kalimantan Selatan, beliau dan rombongan menyempatkan pula mengunjungi sumber kabut asap di kawasan hutan gambut, sampai jempatan terpanjang di Kalimantan Tengah Tumbang Nusa 35 Km di selatan kota Palangka Raya beberapa waktu lalu.
Kanal mempersiapkan cadangan air, guna mengatasi bencana kebakaran yang sangat luar biasa tahun ini, perintah Bapak Presiden RI agar membuat canal, untuk mempermudah dalam mendapatkan sumber air.
Ternyata perintah itu dengan segera dilakukan oleh TNI berjibaku dengan tenaga dan peralatan canggih yang dalam waktu relatif singkat sumber air ditemukan yang ternyata tidak jauh dari permukaan tanah gambut.
Dewasa ini sudah terlihat dengan jelas sumber air. Dan mudah diambil jika terjadi bencana kebakaran di sekitar yang mengakibatkan kabut asap yang luar biasa akibat kebakaran yang tak terkendali ini. Sampai saat berita ini diturunkan, terjadi kebakaran di mana-mana sepanjang Palangka Raya – Kuala Kapuas.
Dalam pembuatan kanal oleh pihak TNI ini, sangat bagus dan membuka cakrawala kita bahwa air di sekitar jembatan Tumbang Nusa itu tidak sulit. Namun selama ini memang belum pernah pembuatan kanal secara besar-besaran seperti sekarang.
Diharapkan agar sumber air ini dapat bertahan lebih lama, jika kanal lebih luas dan dalam. Sehingga tidak kering jika airnya disedot untuk pemadaman kebakaran.
Diharapkan kanal-kanal itu tidak disalurkan sampai ke sungai kahayan. Karena kalau saluran/canal itu sampai ke sungai kahayan, air yang ada di kanal akan habis turun ke sungai Kahayan. Karena saat kemarau berlangsung sungai Kahayan dalam situasi kering, akibatnya air menuju yang lebih rendah. Kanalpun nantinya jadi kering.
Tapi jika kanal itu tidak sampai ke sungai Kahayan, maka air akan bertahan apa lagi jika dibuat danau-danau dan akan memberikan manfaat bagi kepentingan umat manusia.
Saya melihat hasil jerih payah TNI kita tidak sia-sia pemerintah daerah melanjutkan program untuk penghijauan di sekitar jembatan. Alangkah indahnya jembatan yang
pembangunannya itu dibangun dan diperpanjang oleh 3 orang gubernur Kalimantan Tengah kurang baik disia-siakan, penghijauan di sepanjang jembatan Tumbang Nusa dengan berbagai tanaman khasnya, tentu lebih baik.
Saat ini, walau masih sedikit sudah ada upaya bupati Pulang Pisau sekarang menaman pohon rumbia/pohon sagu. Pohon ini sangat bermanfaat bagi banyak orang.
Sebaiknya ada danau-danau yang dibuat oleh para TNI/POLRI kita itu sebagai cadangan air, jangan dibiarkan begitu saja. Tapi perlu ditaburi bibit ikan yang tahan dengan pH air di sana. Ini akan menciptakan tempat wisata masyarakat untuk memancing beberapa waktu kedepan.
Dan tidak menutup kemungkinan akan terjadi pasar karena akan munculkan warung-warung seperti sekarang munculnya pasar di ujung jembatan Tumbang Nusa. Yang memberikan kesan bagi pelalu lintas di sana sehingga memberikan hiburan bagi setiap penumpang kendaraan di jembatan itu.
Apa lagi pemda memodali membelikan kerbau rawa. Tentu akan memberikan hiburan tersendiri bagi mereka yang melewati tempat itu. Sehingga jembatan ini bukan sekedar jembatan untuk mempermudah dilalui disaat musim banjir.
Prof. Dr. H.M.Norsanie Darlan, MSPH
Ketua Program Magister PLS/Pendidikan Non Formal Pascasarjana Universitas Palangka Raya
Selasa, 20 Oktober 2015
AKADEMISI : KANAL TUMBANG NUSA MEMBANTU CADANGAN AIR
0191015000586 19-10-2015 IBU
Banjarmasin, 19/10 (Antara) - Akademisi Universitas Palangka Raya (Unpar) Kalimantan Tengah Prof Dr HM Norsanie Darlan MS PH berpendapat, kanal di Jembatan Tumbang Nusa bisa membantu cadangan air di provinsi tersebut.
"Karena itu saat Presiden Republik Indonesia Joko Widodo berkunjung ke Kalimantan Tengah (Kalteng) beberapa waktu lalu, memerintahkan segera pembuatan kanal di Jembatan Tumbang Nusa tersebut," tuturnya ketika berada di Banjarmasin, Minggu malam.
Ia menerangkan, dalam kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama rombongan ke Kalimantan Selatan (Kalsel) menyempatkan pula meninjau sumber kabut asap pada kawasan lahan/hutan gambut di "Bumi Isen Mulang" (pantang mundur) Kalteng sampai Jembatan Tumbang Nusa.
"Kanal Tumbang Nusa itu, menurut Presiden Jokowi harus dipersiapkan sebagai cadangan air, guna mengatasi bencana kebakaran lahan dan hutan yang sangat luar biasa, sebagaimana terjadi tahun ini," kutipnya kepada Antara Kalsel.
Perintah Presiden membuat kanal, untuk mempermudah mendapatkan sumber air, tuturnya, ternyata segera dilakukan TNI berjibaku dengan tenaga dan peralatan canggih, dalam waktu relatif singkat sumber air ditemukan yang ternyata tidak jauh dari permukaan tanah gambut.
"Dewasa ini sudah terlihat dengan jelas sumber air. Dan mudah diambil jika terjadi bencana kebakaran di sekitar yang mengakibatkan kabut asap yang luar biasa akibat kebakaran yang tak terkendali. Sampai saat berita ini diturunkan, terjadi kebakaran di mana-mana sepanjang Palangka Raya ¿ Kuala Kapuas," lanjutnya.
Dalam pembuatan kanal oleh TNI tersebut, menurut Guru Besar Pendidikan Non Formal Unpar itu, sangat bagus dan membuka cakrawala baru bahwa air di sekitar Jembatan Tumbang Nusa (35 kilometer selatan Palangkaraya) tersebut tidak sulit.
Namun selama ini memang belum pernah pembuatan kanal secara besar-besaran seperti sekarang, ungkapnya seraya berharap sumber air tersebut bertahan lebih lama, jika kanal lebih luas dan dalam. Sehingga tidak kering jika airnya disedot untuk pemadaman kebakaran.
Ia berharap, kanal-kanal itu tidak disalurkan sampai ke Sungai Kahayan. Karena kalau saluran/kanal tersebut sampai ke sungai kahayan, air yang ada di kanal akan habis turun ke Sungai Kahayan.
"Karena saat kemarau berlangsung Sungai Kahayan dalam situasi kering, akibatnya air menuju yang lebih rendah. Kanalpun nantinya jadi kering," ujar laki-laki kelahiran Anjir Serapat Kapuas Timur, Kalteng tersebut.
Tapi, lanjut dia, jika kanal itu tidak sampai ke Sungai Kahayan, maka air akan bertahan apa lagi jika dibuat danau-danau dan akan memberikan manfaat bagi kepentingan umat manusia.
"Saya melihat hasil jerih payah TNI kita tidak sia-sia, pemerintah daerah melanjutkan program untuk penghijauan di sekitar Jembatan Tumbang Nusa. Alangkah indahnya jembatan yang pembangunannya selama tiga Gubernur Kalteng," ujarnya.
Menurut mantan aktivis Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI) itu, kurang baik kalu disia-siakan, penghijauan di sepanjang jembatan Tumbang Nusa dengan berbagai tanaman khasnya, tentu akan lebih baik.
Saat ini, walau masih sedikit sudah ada upaya Bupati Pulang Pisau, Kalteng sekarang menaman pohon rumbia/pohon sagu. Pohon ini sangat bermanfaat bagi banyak orang.
Sebaiknya pula, saran mantan Kepala Badan Diklat Kalteng itu, ada danau-danau sebagai tindak lanjut dari apa yang dibuat para TNI/POLRI buat cadangan air, jangan dibiarkan begitu saja.
Selain itu, perlu ditaburi bibit ikan yang tahan pH air di sana. Ini akan menciptakan tempat wisata masyarakat untuk memancing beberapa waktu ke depan.
Dengan upaya tersebut tidak menutup kemungkinan terjadi pasar karena akan muncul warung-warung seperti sekarang adanya pasar di ujung Jembatan Tumbang Nusa, ujar Norsanie akan mengikuti Training Of Trainer Pendidikan Keluarga di Bogor via Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.
Keadaan tersebut juga bisa memberikan kesan bagi pelalu lintas di sana sehingga memberikan hiburan bagi setiap penumpang kendaraan di Jembatan Tumbang Nusa yang merupakan jembatan terpanjang di Kalteng itu.
"Apalagi jika pemda memodali membelikan kerbau rawa. Tentu akan memberikan hiburan tersendiri bagi mereka yang melewati tempat itu. Jembatan tersebut bukan sekedar mempermudah dilalui saat musim banjir, tapi memberikan nilai tambah," demikian Norsanie. ***4***
.
(T.KR-SKR/B/H. Zainudin/H. Zainudin) 19-10-2015 17:12:55
Selasa, 06 Oktober 2015
AKADEMISI UNIVERSITAS PALANGKA RAYA SARANKAN PERLU ADANYA EVALUASI TERHADAP BANYAKNYA KEBAKARAN
BERITA DI BERBAGAI KORAN PUSAT DAN DAERAH
Okt 5 pada 5:27 AM
Wartawan LKBN Antara: Syamsuddin Hasan Hari Ini pada 5:48 PM
D0051015000429 05-OCT-15 IBU BJM
Banjarmasin, 5/10 (Antara) - Akademisi Universitas Palangka Raya (Unpar) Kalimantan Tengah Prof Dr HM Norsanie Darlan MS PH berpendapat, perlu adanya evaluasi terhadap banyaknya kebakaran.
Pendapat Guru Besar PLS/PNF Unpar tersebut dalam perbincangan dengan Antara Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Minggu malam, berkenaan banyaknya kebakaran beberapa tahun belakangan ini.
"Saya kira pihak berwenang perlu melakukan evaluasi terhadap banyaknya kebakaran dalam beberapa tahun belakangan, bahkan semakin tinggi intensitasnya," uj
ar mantan aktivis Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI) itu.
Karena, lanjutnya, masa lampau informasi kebakaran jarang terjadi. "Sedangkan dewasa ini semakin tahun semakin tinggi intensitas kebakaran tersebut, tidak hanya pada bangunan kayu, tapi juga konstruksi beton banyak terjadi," tuturnya.
"Mungkin yang perlu menjadi perhatian, apakah pada konsliting listrik, kompor minyak tanah ataukah kompor gas. Sedangkan sebab-sebab kebakaran lainnya tergolong rendah," tambahnya.
Ia menyarankan, jika di antara tiga kasus besar itu listrik, maka instalasi listrik perlu penyempurnaan peraturan dalam pemasangan.
Begitu pula jika kompor minyak tanah yang selama ini semakin dikurangi, berarti minyak tanah yang dijadikan perhatian. Ataukah kompur gas. Karena kompor gas tidak seluruh warga masyarakat terampil memakai kompor yang tentu sangat mudah meledak itu.
"Saya memperhatikan berbagai kejadian kebakaran itu, lebih berbahaya dibanding kecurian," ujar mantan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) pemerintah provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah tersebut.
Pasalnya, lanjut dia kalau kecurian hanya barang tertentu yang diambil pencuri. Sebaliknya jika terjadi kebakaran, maka semua harta yang disayangi akan ludes dilalap sijago merah ini, juga rumah-rumah tetanggapun habis karnanya.
"Tapi kalau kompor gas yang berbahaya, gas cukup dijual dan dijadikan komuditas ekspor saja. Dan minyak tanah disalurkan kembali kepada rakyat," sarannya.
***4***
(T.KR-SKR/B/H. Zainudin/H. Zainudin) 05-10-2015 14:19:
Langganan:
Postingan (Atom)