Minggu, 28 Mei 2017

IDEOLOGI DAN PERUBAHAN SOSIAL

Palangka Raya, 25 Desember 2014 Oleh: H.M.Norsanie Darlan Pendahuluan Tulisan ini sebuah kegiatan para mahasiswa yang tergabung dalam sebuah organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang meminta agar penulisan memaparkan materi yang diberi judul: Ideologi dan Perubahan Sosial sehubungan masa libur kuliah mereka di berbagai perguruan tinggi yang ada di Kalimantan Tengah. Penulis menyadari bahwa berbagai teori yang diuraikan dalam kesempatan ini, terlebih tentang Ideologi sangat rumit dan memerlukan kehati-hatian kita bersama. Sebab sebagai warga negara Indonesia tentu kita sudah sepakat bersama Ideologi kita adalah Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 merupakan hal yang tak dapat dirubah, dan harus kita pahami bersama. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa, tentu sudah memahami bahwa masa depan bangsa adalah kalian. Untuk itu dalam kegiatan berorganisasi adalah sebagai ajang berlatih, berpikir cerdas yang harus dimiliki. Dan harus punya pendirian yang sangat pondamental ke masa depan. Karena siapa lagi penerus bangsa, tanpa kaum generasi muda sekarang. Oleh sebab itu, sebagai calon pemimpin masa depan mahasiswa harus pandai meniti karier agar tidak tergilas oleh zaman. Dalam kesempatan yang kesekian kalinya ini penulis diberi judul oleh panitia seperti pada tulisan di atas dan penulis berupaya untuk memenuhinya. Untuk lebih jelasnya apa sebenarnya Ideologi, dan perubahan sosial, akan penulis uraikan berikut ini: Pengertian Ideologi Apa sebenarnya arti Ideologi menurut: satyaariyono, (2012) adalah: kumpulan ide atau gagasan. Kata ideologi sendiri diciptakan oleh Destutt de Tracy pada akhir abad ke-18 untuk mendefinisikan “...sains tentang ide...“. Ideologi dapat dianggap sebagai visi yang komprehensif, sebagai cara memandang segala sesuatu (bandingkan Weltanschauung), secara umum (lihat Ideologi dalam kehidupan sehari hari) dan beberapa arah filosofis (lihat Ideologi politis), atau sekelompok ide yang diajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh anggota masyarakat. Tujuan utama dibalik ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses pemikiran normatif. Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik. Secara implisit setiap pemikiran politik mengikuti sebuah ideologi walaupun tidak diletakkan sebagai sistem berpikir yang eksplisit.(definisi ideologi Marxisme). Secara kebahasaan Ideologi berasal dari kata idea (Inggris), yang artinya gagasan, pengertian. Kata kerja Yunani oida = mengetahui, melihat dengan budi. Kata “logi” yang berasal dari bahasa Yunani logos yang artinya pengetahuan. Itu sebuah kajian yang tak bisa kita pindahkan ke masalah yang lain. Jadi dengan demikian maka Ideologi mempunyai arti pengetahuan tentang gagasangagasan, pengetahuan tentang ide-ide, science of ideas atau ajaran tentang pengertian-pengertian dasar. Dalam pengertian sehari-hari menurut Kaelan ‘idea’ disamakan artinya dengan cita-cita apakah secara individual ataupun kelompok tertentu. Dalam perkembangannya terdapat pengertian Ideologi yang dikemukakan oleh beberapa ahli. Istilah Ideologi pertama kali dikemukakan oleh Destutt de Tracy seorang Perancis pada tahun 1796. Menurut Tracy ideologi yaitu ‘science of ideas’, suatu program yang diharapkan dapat membawa perubahan institusional dalam masyarakat Perancis. Ternyata hal itu berkembang luas tidak sebatas di Perancis, ternyata meluas ke mana-mana. Sedangkan tokoh lain bernama Karl Marx mengartikan Ideologi sebagai pandangan hidup yang dikembangkan berdasarkan kepentingan golongan atau kelas sosial tertentu dalam bidang politik atau sosial ekonomi. Gunawan Setiardjo mengemukakan bahwa ideologi adalah seperangkat ide asasi tentang manusia dan seluruh realitas yang dijadikan pedoman dan cita-cita hidup sesuatu kelompok. Kemudian Ramlan Surbakti mengemukakan ada dua pengertian Ideologi yaitu Ideologi secara fungsional dan Ideologi secara struktural. Ideologi secara fungsional diartikan seperangkat gagasan tentang kebaikan bersama atau tentang masyarakat dan negara yang dianggap paling baik. Ideologi secara fungsional ini digolongkan menjadi dua tipe, yaitu Ideologi yang doktriner dan Ideologi yang pragmatis. Ideologi yang doktriner bilamana ajaran-ajaran yang terkandung di dalam Ideologi itu dirumuskan secara sistematis, dan pelaksanaannya diawasi secara ketat oleh aparat partai atau aparat pemerintah. Sebagai contohnya adalah komunisme. Sedangkan Ideologi yang pragmatis, apabila ajaran-ajaran yang terkandung di dalam Ideologi tersebut tidak dirumuskan secara sistematis dan terinci, namun dirumuskan secara umum hanya prinsip-prinsipnya, dan Ideologi itu disosialisasikan secara fungsional melalui kehidupan keluarga, sistem pendidikan, system ekonomi, kehidupan agama dan sistem politik. Pelaksanaan Ideologi yang pragmatis tidak diawasi oleh aparat partai atau aparat pemerintah melainkan dengan pengaturan pelembagaan (internalization), contohnya individualisme atau liberalisme. Ideologi secara struktural diartikan sebagai sistem pembenaran, seperti gagasan dan formula politik atas setiap kebijakan dan tindakan yang diambil oleh penguasa. Pendapat Penulis Dengan tulisan dan artikel di atas, secara umum penulis dapat menarik kesimpulan bahwa Ideologi adalah kumpulan gagasan-gagasan, ide-ide, keyakinan-keyakinan yang menyeluruh dan sistematis, yang menyangkut berbagai bidang kehidupan manusia. Ideologi merupakan cerminan cara berfikir orang atau masyarakat yang sekaligus membentuk orang atau masyarakat itu menuju cita-cita yang mereka inginkan. Ideologi merupakan sesuatu yang dihayati dan diresapi menjadi suatu keyakinan. Ideologi merupakan suatu pilihan yang jelas membawa komitmen (keterikatan) untuk mewujudkannya. Semakin mendalam kesadaran ideologis seseorang, maka akan semakin tinggi pula komitmennya untuk melaksanakannya. Komitmen itu tercermin dalam sikap seseorang yang meyakini ideologinya sebagai ketentuan yang mengikat, yang harus ditaati dalam kehidupannya, baik dalam kehidupan pribadi ataupun masyarakat. Ideologi berintikan seperangkat nilai yang bersifat menyeluruh dan mendalam yang dimiliki dan dipegang oleh seseorang atau suatu masyarakat sebagai wawasan atau pandangan hidup mereka. Melalui rangkaian nilai itu, mereka mengetahui bagaimana cara yang paling baik. Yaitu secara moral atau normatif dianggap benar dan adil, dalam bersikap dan bertingkah laku untuk memelihara, mempertahankan, membangun kehidupan duniawi bersama dengan berbagai dimensinya. Pengertian yang demikian itu juga dapat dikembangkan untuk masyarakat yang lebih luas, yaitu masyarakat bangsa. Apa Pengertian Ideologi Menurut Para Ahli Pengertian Ideologi Selamat Pagi Pembaca Apapengertian ahli. Kali ini saya akan menjelaskan tentang pengertian ideologi. Kalian pasti bertanya tentang apa pengertian ideologi, atau mungkin pertanyaan kalian lebih terarah yaitu apa pengertian ideologi menurut para ahli sehingga kalian bisa masuk kehalaman blog ini. Mari simak pengertian ideologi berkut ini Pengertian ideologi sama saja dengan kumpulan ide atau kumpulan gagasan yang dapat diartikan sebagai visi yang luas dalam memandang segala sesuatu. Pengertian ideologi kalau kalian ambil kamus, berasal dari kata Idea atau Ideas yaitu: ide. Akan tetapi Pengertian Ideologi yang sesungguhnya bukan hanya sekedar ide ataupun gagasan belaka, akan tetapi terbangun secara sistematis dengan tujuan yang jelas dalam lingkup nasional ataupun kenegaraan. Walaupun terkadang anak muda jaman sekarang menggunakan kata “…ideology…”, sebagai kumpulan atau pendapat mereka untuk sebuah kelompok kecil. Para ahli sosial, filosofi dan pemerintahan di dunia telah memberikan pendapat mereka tentang pengertian ideologi itu sendiri. Anda dapat membaca pengertian ideologi menurut para ahli dibawah ini: Wikipedia dalam salah satu artikel menuliskan bahwa ideologi adalah kesatuan ide dalam bentuk sadar dan tidak sadar yang mengharapkan suatu tujuan besar, harapan dan tindakan. Sebuah ideologi merupakan kesatuan pandangan terhadap sesuatu, cara memandang sesuatu secara lebih luas atau mendunia, atau ideologi merupakan hasil dari kumpulan ide oleh mayoritas warga yang diterapkan kepada semua lapisan masyarakat yang mereka terima secara sadar melalui bentuk sosialisasi. Hippolyte Taine, Ideologi seperti mengajarkan filsafat kepada rakyat menggunakan metode sokrates dengan menggunakan kosakata yang telah diketahui oleh masyarakat (bukan bahasa tingkat tinggi) dan tanpa memberikan contoh yang membutuhkan percobaan sains untuk membuktikannya (contoh langsung dari keadaan mereka). Manfred Steger dan Paul James memiliki pendapat sama tentang ideologi. Menurut mereka berdua, ideologi adalah Sekelompok Ide dan konsep yang normatif yang memiliki pola, begitupun representasi dari kekuatan politik yang ada. Ideologi merupakan peta konsep yang membantu masyarakat dalam mengarahkan kompleksnya kehidupan berpolitik dan keyakinan akan kebenaran sosial. Davud W. Minar mengambarkan ideologi dalam beberapa kalimat yang sebelumnya pernah digunakan seperti • Koleksi Ide dengan berbagai macam variasi bentuk /isi yang umumnya normatif (berlaku umum). • Ideologi adalah Bentuk atau perwujudan ide yang berlaku dalam interaksi manusia sebagai makhluk sosial • bentuk lain dari ide yang mengatur struktur dari Organisasi • Ideologi sebagai bentuk dari tujuan, dilaksanakan dalam bentuk persuasif • Idelogi memiliki kemungkinan sebagai wadah utama dalam interaksi sosial Karl Marx, mengartikan ideologi bentuk dari reproduksi sosial. Dia juga mengartikan sebagai alat untuk mencapai kesetaraan dan kesejahteraan bersama dalam masyarakat. Akan tetapi Karl Marx memberikan arti yang lebih jauh lagi terhadap bahwa Ideologi dapat diciptakan oleh kelas masyarakat yang memiliki kemampuan untuk memproduksi/mengendalikan bahan baku masyarakat. Ali Syariati, mendefinisikan ideologi sebagai kumpulan gagasan dan ide yang dipatuhi oleh kelompok, kelas sosial, bangsa atau ras tertentu. Harold H. Titus dalam buku the living issues of Philosophy, ia mendefinisikan ideologi adalah sebagai suatu istilah yang dipergunakan untuk sekelompok cita-cita. mengenai berbagai macam masalah politik dan ekonomi serta filsafat sosia serta filsafat sosial yang dilaksanakan bagi suatu rencana sistematis tentang cita-cita yang dijalankan oleh kelompok atau lapisan masyarakat. Louis Althusser's dalam Ideological State Apparatuses berpendapat bahwa ide yang merupakan penyusun ideologi merupakan materi atau berbentuk. Ia beranggapan bahwa Ideologi tidak dibangun berdasarkan kemauan dan harapan atau ide masyarakat melainkan lahir dari tingkah laku masyarakat. Dia berpendapat lebih jauh lagi bahwa Ideologi yang dimiliki oleh kelompok masyarakat tidak akan memiliki garis sejarah yang jelas, hanya ideologi individu saja yang memiliki sejarah yang jelas. Silvio Vietta berkata bahwa: ideologi adalah bentuk perlindungan kumpulan ide terhadap tingkah politik yang tidak rasional (irasional) yang bertindak dalam wujud idealisme. Kirdi Dipoyuda mengartikan ideologi sebagai suatu kesatuan gagasan-gagasan dasar yang sistematis dan menyeluruh tentang manusia dan kehidupannya baik individual maupun sosial, termasuk kehidupan negara. C.C. Rodee menggarisbawahi ideologi merupakan sekumpulan gagasan yang secara logis berkaitan dan mengidentifikasikan nilai-nilai yang memberi keabsahan bagi institusi dan pelakunya. Antoine Destutt de Tracy mengartikan ideologi sebagai salah satu bentuk "science of ideas" yaitu ilmu yang mempelajari tentang ide atau belajar itu sendiri. Science of Ideas memiliki 3 bagian yaitu Ideologi, Tata Bahasa dan Logika. Dia berpendapat bahwa ideologi merupakan bagian yang paling meluas keseluruh lapisan masyarakat karena mencakup ekspresi dan deduksi yang terjadi. Rene Descartes, ideologi adalah Inti dari kumpulan pemikiran individu ataupun sekelompok manusia Alfian, menyatakan hal yang cukup berbeda dari Louis Althusser dengan mengikutsertakan moral dalam arti ideologi yaitu sebagai suatu kesatuan pandangan yang menyeluruh dan komprehensif tentang cara yang baik secara moral dan adil dalam pengaturan berbagai segi dalam hidup Machiavelli, berpendapat bahwa ideologi adalah usaha penguasa dalam kepertahankan kekekuasan dan suasana politik yan terjadi dalam negara ataupun pemerintahan dalam bentuk sistem yang terorganisir. Wiliam James dalam Buku Varieties of Religious Experience, ideologi adalah "A man's Total View or thought about life" atau hasil pemikiran dan pandangan dari berbagai sudut pandang terhadap sesuatu dalam totalitas yang seseorang bisa. Soerjanto Poespowardojo, memberikan rumusan ideologi sebagai kompleks nilai dan pengetahuan, yang bagi masyarakat ataupun seseorang menjadi landasan untuk memahami alam semesta dan bumi seisinya serta menentukan attitude dalam mengolahnya. Prof. Dr. M. Sastraprateja, ideologi disebut sebagai seperangkat pemikiran atau gagasan yang membuat sebuah sistem teratur dengan berorientasi terhadap tujuan yang benar dan terorganisir dengan baik. Leibniz mengimpikan ideologi sebagai one greath system of truth, Kesatuan Sistem Kebenaran yang Menakjubkan Thomas H., memberikan arti yang lebih kritis terhadap ideologi yaitu suatu cara untuk mempertahankan serta melindungi politik pemerintahan agar dapat tetap mengatur masyarakat. Dalam Kamus Politik White, memberikan pengertian bahwa ideologi adalah "The sum of political ideas of doctrines of distinguishable class of group of people" atau cita-cita politik atau doktrin (ajaran) dari suatu lapisan masyarakat atau sekelompok manusia yang dapat dibeda-bedakan. Murdiono, ideologi adalah kompleks pengetahuan dan nilai yang secara keseluruhan menjadi landasan bagi seseorang (masyarakat) untuk memahami jagad raya dan bumi seisinya serta menentukan sikap dasar untuk mengelolanya. Bob Hodge berkata bahwa ideologi adalah "mengidentifikasi kesatuan objek yang menggabungkan set makna yang kompleks dengan agen-agen sosial dan proses yang menghasilkan mereka Napoloeon mencemooh ideologi sebagai suatu khayalan belaka yang penerapannya tidak praktis. Setiap orang dapat mengartikan ideologi sesuka hati mereka, kalian pun dapat mengartikannya sendiri, akan tetapi saya harap anda mengartikan ideologi dalam tataran sebagai makhluk bermoral dan bertanggung jawab serta tidak gila kekuasaan seperti yang dikhawatirkan oleh Karl Marx, Leibniz, Silvio, Machiavelli dan kawan perjuangan lainnya. Salam Perjuangan. Pengertian Ideologi Pancasila Menurut Ahli Apa Pengertian Ideologi Pancasila? Pengertian Ideologi Pancasila tidak bisa diartikan secara jelas dan definitif dikaruaenakan ideologi pancasila merupakan hal yang telah dirancang oleh Para Pemikir dan Pejuang memperjuangkan kemerdekaan bangsa saat itu yang diramu berdasarkan perbedaan suku, budaya dan agama dari sabang sampai marauke. Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia itu merupakan ideologi terbuka yang memungkinkan untuk mengikuti perkembangan ideologi dan meyesuaikan masyarakat indonesia yang berbeda-beda. Definisi Ideologi pancasila adalah kumpulan nilai/norma yang meliputi sila-sila pancasila sebagaimana yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945, alinea IV yang telah ditetapkan pada tanggal 18 agustus 1945 Pancasila sebagai Ideologi terbuka dapat diartikan ideologi yang dapat berinteraksi dengan ideologi yang lain. Artinya, Ideologi pancasila dapat mengikuti perkembangan yang terjadi pada negara lain yang memiliki ideologi yang berbeda dengan pancasila dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Hal ini disebebabkan karena ideologi pancasila memiliki nilai-nilai yang meliputi nilai dasar, instrumental dan praktis. Apa itu nilai dasar Pancasila Nilai dasar adalah nilai yang ada dalam pancasila yang merupakan representasi dari nilai atau norma dalam masyarakat bangsa dan negara Indonesia. Nilai dasar merupakan nilai yang tidak bisa berubab-ubah sepanjang bangsa Indonesia berpedoman pada nilai tersebut. Contoh nilai dasar adalah sila-sila Pancasila yang ada dalam alinea IV, UUD 1945 yang ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945. Apa itu nilai Instrumental Pancasila Nilai instrumental adalah nilai yang merupakan pendukung utama dari nilai dasar Pancasila. Nilai ini dapat mengikuti setiap perkembangan yang baik dalam negeri maupun dari luar negeri. Nilai ini dapat berupa TAP MPR, UU, PP dan peraturan perundangan yang ada, untuk menjadi tatanan dalam pelaksanaan ideologi pancasila sebagai pegangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai dapat berubah sesuai perkembangan zaman. Apa itu Nilai Praktis Pancasila Nilai ini adalah nilai yang harus ada dalam praktik penyelenggaraan negara. Sifat nilai ini adalah abstrak. Artinya berupa semangat para penyelenggara negara dari pusat hingga ke tingkat yang terbawah dalam struktur sistem pemerintahan negara Indonesia. Semangat yang dimaksud adalah semangat pemerintahan negara Indonesia. Pancasila sebagai Ideologi Pancasila tidak bersifat kaku dan tertutup melainkan dinamis dan terbuka. Hal ini dimaksudkan bahwa Pancasila dalam perkembangannya bersifat aktual, dan senantiasa menyesuaikan denga perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi serta, dinamika perkembangan aspirasi masyarakat. Keterbukaan Ideologi pancasila bukan berarti mengubah nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, tetapi memiliki kemampuan yang membangun untuk memecahkan masalah masalah aktual yang senantiasa berkembang seiring dengan aspirasi rakyat, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta zaman. Pengertian Ideologi Pancasila sebagai ideologi negara secara struktur memiliki tiga sisi atau dimensi yaitu: Dimensi Idealis, artinya nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila bersifat Sistematis, Rasional, dan menyeluruh. Dimensi Normatif (aturan), artinya nilai yang terkandung dalam Pancasila perlu dijabarkan dalam suatu sistem norma sebagaimana yang terkandung dalam norma kenegaraan Dimensi realistis, maksudnya nilai-nilai itu harus mampu mencerminkan kenyataan hidup dan perilaku yang berkembang dalam kehidupan masyarakat. Fungsi dan Peranan Pancasila meliputi: • Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia • Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum di Indonesia • Pancasila sebagai perjanjian luhur Indonesia • Pancasila sebagai cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia • Pancasila sebagai moral pembangunan Pembangunan nasional sebagai pengamalan pancasila Home » Lain-Lain » Pelajaran » Pengertian Perubahan Menurut Beberapa Ahli Pengertian Perubahan Menurut Beberapa Ahli Add Comment Lain-Lain, sebagai Pelajaran NENI NURMAYANTI HUSANAH sebagai perubahan merupakan sesuatu yang unik karena perubahan-perubahan yang terjadi dalam berbagai kehidupan itu berbeda-beda dan tidak bisa disamakan, walaupun memmiliki beberapa persamaan dalam prosesnya CATEORA (MGH) Perubahan adalah hasil suatu masyarakat yang mencari cara memecahkan masalah yang diciptakan oleh perubahan dalam lingkungannya. RUSSEL SWANBURG, perubahan merupakan kunci inovasi dan kunci yang akan datang, yang dasarnya adalah teori perubahan RAMLAN S, adalah sebuah perubahan merupakan hasil interaksi kepentingan yang secara ketat dikontrol, bahkan ditentukan oleh posisi sosial atau kondisi materiil elit yang terlibat. Pengertian Perubahan Sosial Posted by' Haryanto, S.Pd onSeptember 9, 2012 Teori dan Pengertian Perubahan Sosial Perubahan sosial secara umum dapat diartikan sebagai suatu proses pergeseran atau berubahnya struktur/tatanan didalam masyarakat, meliputi pola pikir yang lebih inovatif, sikap, serta kehidupan sosialnya untuk mendapatkan penghidupan yang lebih bermartabat. Pada dasarnya setiap masyarakat yang ada di muka pelanet bumi ini, dalam hidupnya dapat dipastikan akan mengalami apa yang dinamakan dengan perubahan-perubahan. Adanya perubahan-perubahan tersebut akan dapat diketahui bila kita melakukan suatu perbanding¬an dengan menelaah suatu masyarakat pada masa tertentu yang kemudian kita bandingkan dengan keadaan masyarakat pada waktu yang lampau. Perubahan-perubahan yang terjadi di dalam masyarakat,pada dasarnya merupakan suatu proses yang terus menerus, ini berarti bahwa setiap masyarakat pada kenyataannya akan mengalami perubahan-peru¬bahan. Tetapi perubahan yang terjadi antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain tidak selalu sama. Hal ini dikarenakan adanya suatu masyarakat yang meng¬alami perubahan yang lebih cepat bila dibandingkan dengan masyarakat lainnya. Perubahan tersebut dapat berupa perubahan-perubahan yang tidak menonjol atau tidak menampakkan adanya suatu perubahan. Juga terdapat adanya perubahan-perubahan yang memiliki pengaruh luas maupun terbatas. Di samping itu ada juga perubahan-perubahan yang prosesnya lambat, dan perubahan yang berlangsung dengan cepat. Pengertian Perubahan Sosial Perubahan-perubahan yang terjadi di dalam masyarakat pada umumnya menyangkut hal yang kompleks. Oleh karena itu Alvin L. Bertrand menyatakan bahwa perubahan sosial pada dasarnya tidak dapat diterangkan oleh dan berpegang teguh pada faktor yang tunggal. Menurut Robin Williams, bahwa pendapat dari faham diterminisme monofaktor kini sudah ketinggalan zaman, dan ilmu sosiologi modern tidak akan menggunakan interpretasi-interpretasi sepihak yang mengatakan bahwa “…perubahan itu hanya disebabkan oleh satu faktor saja…”. Jadi jelaslah, bahwa perubahan yang terjadi pada masyarakat tersebut disebabkah oleh banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhi. Karenanya perubahan yang terjadi di dalam masyarakat itu dikatakan berkaitan dengan hal yang kompleks. Tentang perubahan sosial ini, beberapa sosiolog memberikan beberapa definisi perubahan sosial yang dapat membantu kita untuk lebih mudah memahami apa sebenarnya perubahan sosial tersebut, adalah sebagai berikut : Pengertian Perubahan Sosial Menurut Ahli 1. William F.Ogburn mengemukakan bahwa “ruang lingkup perubahan-perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang material maupun yang immaterial, yang ditekankan adalah pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial”. 2. Kingsley Davis mengartikan “perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat”. 3. MacIver mengatakan “perubahan-perubahan sosial merupakan sebagai perubahanperubahan dalam hubungan sosial (social relationships) atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial”. 4. JL.Gillin dan JP.Gillin mengatakan “perubahan-perubahan sosial sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, idiologi maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat”. 5. Samuel Koenig mengatakan bahwa “perubahan sosial menunjukkan pada modifikasimodifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia”.f. Definisi lain adalah dari Selo Soemardjan. Rumusannya adalah “segala perubahanperubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat”. Selain hal-hal di atas definisi dan pengertian tentang perubahan sosial menurut para ahli diantaranya adalah sebagai berikut[3] : Gillin Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi sebagai suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima karena adanya perubahan kondisi geografi, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi, maupun adanya difusi atau penemuan-penemuan baru dalam masyarakat. Emile Durkheim Perubahan sosial terjadi sebagai hasil dari faktor-faktor ekologis dan demografis, yang mengubah kehidupan masyarakat dari kondisi tradisional yang diikat solidaritas mekanistik, ke dalam kondisi masyarakat modern yang diikat oleh solidaritas organistik. Kingsley Davis Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat[1] Mac Iver Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial (social relation) atau perubahan terhadap keseimbangan (ekuilibrium) hubungan sosial Raja Perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang memengaruhi suatu sistem sosial. Tidak semua gejala-gejala sosial yang mengakibatkan perubahan dapat dikatakan sebagai perubahan sosial, gejala yang dapat mengakibatkan perubahan sosial memiliki ciri-ciri antara lain: 1. Setiap masyarakat tidak akan berhenti berkembang karena mereka mengalami perubahan baik lambat maupun cepat. 2. Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan tertentu akan diikuti dengan perubahan pada lembaga-lembaga sosial lainnya. 3. Perubahan sosial yang cepat dapat mengakibatkan terjadinya disorganisasi yang bersifat sementara sebagai proses penyesuaian diri. 4. Perubahan tidak dibatasi oleh bidang kebendaan atau bidang spiritual karena keduanya memiliki hubungan timbal balik yang kuat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengertian perubahan sosial adalah perubahan perubahan yang terjadi pada masyarakat yang mencakup perubahan dalam aspek-aspek struktur dari suatu masyarakat, ataupun karena terjadinya perubahan dari faktor lingkungan, karena berubahnya komposisi penduduk, keadaan geografis, serta berubahnya sistem hubungan sosial, maupun perubahan pada lembaga kemasyarakatannya. Perubahan sosial Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai, sikap-sikap sosial, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Bentuk-bentuk Perubahan Evolusi dan Perubahan Revolusi Berdasarkan cepat lambatnya, perubahan sosial dibedakan menjadi dua bentuk umum yaitu perubahan yang berlangsung cepat dan perubahan yang berlangsung lambat. Kedua bentuk perubahan tersebut dalam sosiologi dikenal dengan revolusi dan evolusi. Perubahan evolusi Perubahan evolusi adalah perubahan-perubahan sosial yang terjadi dalam proses lambat, dalam waktu yang cukup lama dan tanpa ada kehendak tertentu dari masyarakat yang bersangkutan. Perubahan-perubahan ini berlangsung mengikuti kondisi perkembangan masyarakat, yaitu sejalan dengan usaha-usaha masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Dengan kata lain, perubahan sosial terjadi karena dorongan dari usaha-usaha masyarakat guna menyesuaikan diri terhadap kebutuhan-kebutuhan hidupnya dengan perkembangan masyarakat pada waktu tertentu. Contoh, perubahan sosial dari masyarakat berburu menuju ke masyarakat meramu. Menurut Soerjono Soekanto, terdapat tiga teori yang mengupas tentang evolusi, yaitu: • Unilinier Theories of Evolution: menyatakan bahwa manusia dan masyarakat mengalami perkembangan sesuai dengan tahap-tahap tertentu, dari yang sederhana menjadi kompleks dan sampai pada tahap yang sempurna. • Universal Theory of Evolution: menyatakan bahwa perkembangan masyarakat tidak perlu melalui tahap-tahap tertentu yang tetap. Menurut teori ini, kebudayaan manusia telah mengikuti suatu garis evolusi yang tertentu. • Multilined Theories of Evolution: menekankan pada penelitian terhadap tahap perkembangan tertentu dalam evolusi masyarakat. Misalnya, penelitian pada pengaruh perubahan sistem pencaharian dari sistem berburu ke pertanian. Perubahan revolusi Perubahan revolusi merupakan perubahan yang berlangsung secara cepat dan tidak ada kehendak atau perencanaan sebelumnya. Secara sosiologis perubahan revolusi diartikan sebagai perubahan-perubahan sosial mengenai unsur-unsur kehidupan atau lembaga- lembaga kemasyarakatan yang berlangsung relatif cepat. Dalam revolusi, perubahan dapat terjadi dengan direncanakan atau tidak direncanakan, dimana sering kali diawali dengan ketegangan atau konflik dalam tubuh masyarakat yang bersangkutan. Revolusi tidak dapat terjadi di setiap situasi dan kondisi masyarakat. Secara sosiologi, suatu revolusi dapat terjadi harus memenuhi beberapa syarat tertentu, antara lain adalah: • Ada beberapa keinginan umum mengadakan suatu perubahan. Di dalam masyarakat harus ada perasaan tidak puas terhadap keadaan, dan harus ada suatu keinginan untuk mencapai perbaikan dengan perubahan keadaan tersebut. • Adanya seorang pemimpin atau sekelompok orang yang dianggap mampu memimpin masyarakat tersebut. • Pemimpin tersebut dapat menampung keinginan-keinginan tersebut, untuk kemudian merumuskan serta menegaskan rasa tidak puas dari masyarakat, untuk dijadikan program dan arah bagi geraknya masyarakat. • Pemimpin tersebut harus dapat menunjukkan suatu tujuan pada masyarakat. Artinya adalah bahwa tujuan tersebut bersifat konkret dan dapat dilihat oleh masyarakat. Selain itu, diperlukan juga suatu tujuan yang abstrak. Misalnya perumusan sesuatu ideologi tersebut. • Harus ada momentum untuk revolusi, yaitu suatu saat di mana segala keadaan dan faktor adalah baik sekali untuk memulai dengan gerakan revolusi. Apabila momentum (pemilihan waktu yang tepat) yang dipilih keliru, maka revolusi dapat gagal. Perubahan direncanakan dan tidak direncanakan Perubahan yang direncanakan Perubahan yang direncanakan adalah perubahan-perubahan yang diperkirakan atau yang telah direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan di dalam masyarakat. Pihak-pihak yang menghendaki suatu perubahan dinamakan agent of change, yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan dari masyarakat sebagai pemimpin satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan. Oleh karena itu, suatu perubahan yang direncanakan selalu di bawah pengendalian dan pengawasan agent of change. Secara umum, perubahan berencana dapat juga disebut perubahan dikehendaki. Misalnya, untuk mengurangi angka kematian anak-anak akibat polio, pemerintah mengadakan gerakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) atau untuk mengurangi pertumbuhan jumlah penduduk pemerintah mengadakan program keluarga berencana (KB). Perubahan yang tidak direncanakan dan contoh Perubahan yang tidak direncanakan biasanya berupa perubahan yang tidak dikehendaki dan terjadi di luar jangkauan masyarakat atau manusia. Karena terjadi di luar perkiraan dan jangkauan, perubahan ini sering membawa masalah-masalah yang memicu kekacauan atau kendala-kendala dalam masyarakat. Karenanya, perubahan yang tidak dikehendaki sangat sulit ditebak kapan akan terjadi. Misalnya, kasus banjir bandang di Sinjai, Kalimantan Barat. Timbulnya banjir Jakarta dikarenakan pembukaan lahan yang kurang memerhatikan kelestarian lingkungan. Sebagai akibatnya, banyak perkampungan dan permukiman masyarakat terendam air yang mengharuskan para warganya mencari permukiman baru. Perubahan berpengaruh besar dan berpengaruh kecil Apa yang dimaksud dengan perubahan-perubahan tersebut dapat kamu ikuti penjabarannya berikut ini Perubahan berpengaruh besar Suatu perubahan dikatakan berpengaruh besar jika perubahan tersebut mengakibatkan terjadinya perubahan pada struktur kemasyarakatan, hubungan kerja, sistem mata pencaharian, dan stratifikasi masyarakat. Sebagaimana tampak pada perubahan masyarakat agraris menjadi industrialisasi, pada perubahan ini memberi pengaruh secara besar-besaran terhadap jumlah kepadatan penduduk di wilayah industri dan mengakibatkan adanya perubahan mata pencaharian. Perubahan berpengaruh kecil Perubahan-perubahan berpengaruh kecil merupakan perubahan- perubahan yang terjadi pada struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat. Contoh, perubahan mode pakaian dan mode rambut. Perubahan-perubahan tersebut tidak membawa pengaruh yang besar dalam masyarakat karena tidak mengakibatkan perubahan-perubahan pada lembaga kemasyarakatan homolis. Daftar Pustaka Abdulsyani, 1992, Sosiologi Skematika Teori dan Terapan, Bumi Aksara, Jakarta. Andrian, Charles F, 1992, Kehidupan Politik dan Perubahan Sosial, Tiara Wacana, Yogyakarta. Bhttp://id.wikipedia.org/wiki/Perubahan_sosialina Cipta. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Universitas Terbuka, Jakarta, Hooguelt, Ankle MM, 1995 Sosiologi Sedang Berkembang, Raja Grafindo, Bumipersada.Jakarta. Robert M.Z. Lawang,1985. Buku Materi Pokok Pengantar Sosiologi Modul 4–6, Soemardjan Selo dan Soeleman Soemardi, 1974, Setangkai Bunga Sosiologi, Lembaga Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta. Soekanto, Soerjono, 1987, Sosiologi Suatu Pengantar, Rajawali Press. Jakarta. Susanto, Astrid, 1985, Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sosial, Bandung, Soemardjan Selo dan Soeleman Soemardi,. Ibid. Hlm. 25 Wikipedia, Pengertianahli.com, Pendidikan Kewarganegaraan, Membangun Warga Negara yang Demokratis oleh Aim Abdul Karim, Grafindo Media Pratama Etika berwarga Negara, Srijanti A. Rahman Dkk. Penerbit Salemba Empat: Jakarta Sumber : Wikipedia dan http://metakalasari.wordpress.com/2010/06/09/pengertian-ideologi-2/ Penulis: Prof. Dr. H.M. Norsanie Darlan, MS PH. Guru Besar S-1 dan S-2 PLS/PNF Universitas Palangka Raya

Waktu-Waktu Yang Mustajab

Palangka Raya, 2016 Oleh : H.M.Norsanie Darlan Menantikan kapan berdo’a yang mustajab dambaan setiap orang. Sehingga setiap kaum muslimin pasti ada keinginan untuk menajad kepada Allah Rabuli‘zati, guna mendapatkan pengabulan terhadap permintaannya kepada Allah SWT. Permintaan ini tentu untuk memohon ridha dan magfirahNya. Serta mendapatkan rezki yang lebih baik dari masa-masa sebelumnya kepada Yang Maha Kuasa. Ada sejumlah 13 waktu-waktu yang dipersilahkan untuk mendapatkan pengabulan pengampunan Berdoa Di Waktu Yang Tepat yaitu: 1. Ketika sahur atau sepertiga malam terakhir 2. Ketika berbuka puasa 3. Ketika malam lailatul qadar 4. Ketika adzan berkumandang 5. Di antara adzan dan iqamah 6. Ketika sedang sujud dalam shalat 7. Ketika sebelum salam pada shalat wajib 8. Di hari Jum’at 9. Ketika turun hujan 10. Hari Rabu antara Dzuhur dan Ashar 11. Ketika Hari Arafah 12. Ketika Perang Berkecamuk 13. Ketika Meminum Air Zam-zam Dan Sungguh berbeda Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan makhluk-Nya. Dia Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Lihatlah manusia, ketika ada orang meminta sesuatu darinya ia merasa kesal dan berat hati. Sedangkan Allah Ta’ala mencintai hamba yang meminta kepada-Nya. Sebagaimana perkataan seorang penyair: الله يغضب إن تركت سؤاله وبني آدم حين يسأل يغضب “Allah murka pada orang yang enggan meminta kepada-Nya, sedangkan manusia ketika diminta ia marah” Ya, Allah mencintai hamba yang berdoa kepada-Nya, bahkan karena cinta-Nya Allah memberi ‘bonus’ berupa ampunan dosa kepada hamba-Nya yang berdoa. Allah Ta’ala berfirman dalam sebuah hadits qudsi: يا ابن آدم إنك ما دعوتني ورجوتني غفرت لك على ما كان منك ولا أبالي “Wahai manusia, selagi engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, aku mengampuni dosamu dan tidak aku pedulikan lagi dosamu” (HR. At Tirmidzi, ia berkata: ‘Hadits hasan shahih’) Sungguh Allah memahami keadaan manusia yang lemah dan senantiasa membutuhkan akan Rahmat-Nya. Manusia tidak pernah lepas dari keinginan, yang baik maupun yang buruk. Bahkan jika seseorang menuliskan segala keinginannya dikertas, entah berapa lembar akan terpakai. Maka kita tidak perlu heran jika Allah Ta’ala melaknat orang yang enggan berdoa kepada-Nya. Orang yang demikian oleh Allah ‘Azza Wa Jalla disebut sebagai hamba yang sombong dan diancam dengan neraka Jahannam. Allah Ta’ala berfirman: ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ “Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60) surah ini mengingatkan kepada kita agar tidak lagi meminta sesuatu yang bukan kepada Allah. Ayat ini juga menunjukkan bahwa Allah Maha Pemurah terhadap hamba-Nya, karena hamba-Nya diperintahkan berdoa secara langsung kepada Allah tanpa melalui perantara siapapun kecuali Allah dan insya Allah dijamin akan dikabulkan. Sungguh Engkau Maha Pemurah Ya Rabb… Beberapa Berdoa Di Waktu Yang Tepat Diantara usaha yang bisa kita upayakan agar doa kita dikabulkan oleh Allah Ta’ala adalah dengan memanfaatkan waktu-waktu tertentu yang dijanjikan oleh Allah bahwa doa ketika waktu-waktu tersebut dikabulkan. Adapun diantara waktu-waktu tersebut adalah: 1. Ketika sahur atau sepertiga malam terakhir Allah Ta’ala mencintai hamba-Nya yang berdoa disepertiga malam yang terakhir. Allah Ta’ala berfirman tentang ciri-ciri orang yang bertaqwa, salah satunya: وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُون “Ketika waktu sahur (akhir-akhir malam), mereka berdoa memohon ampunan” (QS. Adz Dzariyat: 18) Sepertiga malam yang paling akhir adalah waktu yang penuh berkah, sebab pada saat itu Rabb kita Subhanahu Wa Ta’ala turun ke langit dunia dan mengabulkan setiap doa hamba-Nya yang berdoa ketika itu. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ينزل ربنا تبارك وتعالى كل ليلة إلى السماء الدنيا ، حين يبقى ثلث الليل الآخر، يقول : من يدعوني فأستجيب له ، من يسألني فأعطيه ، من يستغفرني فأغفر له “Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman: ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni‘” (HR. Bukhari no.1145, Muslim no. 758) Namun perlu dicatat, sifat ‘turun’ dalam hadits ini jangan sampai membuat kita membayangkan Allah Ta’ala turun sebagaimana manusia turun dari suatu tempat ke tempat lain. Karena tentu berbeda. Yang penting kita mengimani bahwa Allah Ta’ala turun ke langit dunia, karena yang berkata demikian adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam diberi julukan Ash shadiqul Mashduq (orang jujur yang diotentikasi kebenarannya oleh Allah), tanpa perlu mempertanyakan dan membayangkan bagaimana caranya. Dari hadits ini jelas bahwa sepertiga malam yang akhir adalah waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak berdoa. Lebih lagi di bulan Ramadan, bangun di sepertiga malam akhir bukanlah hal yang berat lagi karena bersamaan dengan waktu makan sahur. Oleh karena itu, manfaatkanlah sebaik-baiknya waktu tersebut untuk kita berdoa. 2. Ketika berbuka puasa Waktu berbuka puasa pun merupakan waktu yang penuh keberkahan, karena diwaktu ini manusia merasakan salah satu kebahagiaan ibadah puasa, yaitu diperbolehkannya makan dan minum setelah seharian menahannya, sebagaimana dalam hadits berikut ini: للصائم فرحتان : فرحة عند فطره و فرحة عند لقاء ربه “Orang yang berpuasa memiliki 2 kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-Nya kelak” (HR. Muslim, no.1151) Keberkahan lain di waktu berbuka puasa adalah dikabulkannya doa orang yang telah berpuasa, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam: ثلاث لا ترد دعوتهم الصائم حتى يفطر والإمام العادل و المظلوم ‘”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi” (HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi) Oleh karena itu, jangan lewatkan kesempatan baik ini untuk memohon apa saja yang termasuk kebaikan dunia dan kebaikan akhirat. Namun perlu diketahui, terdapat doa yang dianjurkan untuk diucapkan ketika berbuka puasa, yaitu doa berbuka puasa. Sebagaimana hadits berikut ini : كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله “Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika berbuka puasa membaca doa: ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله Dzahabaz zhamaa-u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah/ (‘Rasa haus telah hilang, kerongkongan telah basah, semoga pahala didapatkan. Insya Allah’)” (HR. Abu Daud no.2357, Ad Daruquthni 2/401, dihasankan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Hidayatur Ruwah, 2/232) Adapun doa yang tersebar di masyarakat dengan lafazh berikut: اللهم لك صمت و بك امنت و على رزقك افطرت برحمتك يا ارحم الراحمين adalah hadits palsu, atau dengan kata lain, ini bukanlah hadits. Tidak terdapat di kitab hadits manapun. Sehingga kita tidak boleh meyakini doa ini sebagai hadits Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Oleh karena itu, doa dengan lafazh ini dihukumi sama seperti ucapan orang biasa seperti saya dan anda. Sama kedudukannya seperti kita berdoa dengan kata-kata sendiri. Sehingga doa ini tidak boleh dipopulerkan apalagi dipatenkan sebagai doa berbuka puasa. Memang ada hadits tentang doa berbuka puasa dengan lafazh yang mirip dengan doa tersebut, semisal: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال : اللهم لك صمت وعلى رزقك أفطرت فتقبل مني إنك أنت السميع العليم “Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika berbuka membaca doa: Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu fataqabbal minni, innaka antas samii’ul ‘aliim” Dalam Al Futuhat Ar Rabbaniyyah (4/341), dinukil perkataan Ibnu Hajar Al Asqalani: “Hadits ini gharib, dan sanadnya lemah sekali”. Hadits ini juga di-dhaif-kan oleh Al Albani di Dhaif Al Jami’ (4350). Atau doa-doa yang lafazh-nya semisal hadits ini semuanya berkisar antara hadits dhaif atau munkar. 3.Ketika malam lailatul qadar Malam lailatul qadar adalah malam diturunkannya Al Qur’an. Malam ini lebih utama dari 1000 bulan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an berikut : لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ “Malam Lailatul Qadr lebih baik dari 1000 bulan” (QS. Al Qadr: 3) Pada malam ini dianjurkan memperbanyak ibadah termasuk memperbanyak doa. Sebagaimana yang diceritakan oleh Ummul Mu’minin Aisyah Radhiallahu’anha: قلت يا رسول الله أرأيت إن علمت أي ليلة ليلة القدر ما أقول فيها قال قولي اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني “Aku bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar? Beliau bersabda: Berdoalah : اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni [‘Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku”]” (HR. Tirmidzi, 3513, Ibnu Majah, 3119, At Tirmidzi berkata: “Hasan Shahih”) Pada hadits ini Ummul Mu’minin ‘Aisyah Radhiallahu’anha meminta diajarkan ucapan yang sebaiknya diamalkan ketika malam Lailatul Qadar. Namun ternyata Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengajarkan lafadz doa. Ini menunjukkan bahwa pada malam Lailatul Qadar dianjurkan memperbanyak doa, terutama dengan lafadz yang diajarkan tersebut. 4. Ketika adzan berkumandang Selain dianjurkan untuk menjawab adzan dengan lafazh yang sama, saat adzan dikumandangkan pun termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ثنتان لا تردان أو قلما تردان الدعاء عند النداء وعند البأس حين يلحم بعضهم بعضا “Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”) 5. Di antara adzan dan iqamah Waktu jeda antara adzan dan iqamah adalah juga merupakan waktu yang dianjurkan untuk berdoa, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam: الدعاء لا يرد بين الأذان والإقامة “Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak” (HR. Tirmidzi, 212, ia berkata: “Hasan Shahih”) Dengan demikian jelaslah bahwa amalan yang dianjurkan antara adzan dan iqamah adalah berdoa, bukan shalawatan, atau membaca murattal dengan suara keras, misalnya dengan menggunakan mikrofon. Selain tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, amalan-amalan tersebut dapat mengganggu orang yang berdzikir atau sedang shalat sunnah. Padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: لا إن كلكم مناج ربه فلا يؤذين بعضكم بعضا ولا يرفع بعضكم على بعض في القراءة أو قال في الصلاة “Ketahuilah, kalian semua sedang bermunajat kepada Allah, maka janganlah saling mengganggu satu sama lain. Janganlah kalian mengeraskan suara dalam membaca Al Qur’an,’ atau beliau berkata, ‘Dalam shalat’,” (HR. Abu Daud no.1332, Ahmad, 430, dishahihkan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Nata-ijul Afkar, 2/16). Selain itu, orang yang shalawatan atau membaca Al Qur’an dengan suara keras di waktu jeda ini, telah meninggalkan amalan yang di anjurkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, yaitu berdoa. Padahal ini adalah kesempatan yang bagus untuk memohon kepada Allah agar segala sesuatu yang ia inginkan. Sungguh merugi jika ia melewatkannya. 6. Ketika sedang sujud dalam shalat Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: أقرب ما يكون العبد من ربه وهو ساجد . فأكثروا الدعا “Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu” (HR. Muslim, no.482) 7. Ketika sebelum salam pada shalat wajib Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: قيل يا رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الدعاء أسمع قال جوف الليل الآخر ودبر الصلوات المكتوبات “Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah? Beliau bersabda: “Diakhir malam dan diakhir shalat wajib” (HR. Tirmidzi, 3499) Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam Zaadul Ma’ad (1/305) menjelaskan bahwa yang dimaksud ’akhir shalat wajib’ adalah sebelum salam. Dan tidak terdapat riwayat bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabat merutinkan berdoa meminta sesuatu setelah salam pada shalat wajib. Ahli fiqih masa kini, Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah berkata: “Apakah berdoa setelah shalat itu disyariatkan atau tidak? Jawabannya: tidak disyariatkan. Karena Allah Ta’ala berfirman: فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ “Jika engkau selesai shalat, berdzikirlah” (QS. An Nisa: 103). Allah berfirman ‘berdzikirlah’, bukan ‘berdoalah’. Maka setelah shalat bukanlah waktu untuk berdoa, melainkan sebelum salam” (Fatawa Ibnu Utsaimin, 15/216). Namun sungguh disayangkan kebanyakan kaum muslimin merutinkan berdoa meminta sesuatu setelah salam pada shalat wajib yang sebenarnya tidak disyariatkan, kemudian justru meninggalkan waktu-waktu mustajab yang disyariatkan yaitu diantara adzan dan iqamah, ketika adzan, ketika sujud dan sebelum salam. 8. Di hari Jum’at Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ذكر يوم الجمعة ، فقال : فيه ساعة ، لا يوافقها عبد مسلم ، وهو قائم يصلي ، يسأل الله تعالى شيئا ، إلا أعطاه إياه . وأشار بيده يقللها “Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyebutkan tentang hari Jumat kemudian beliau bersabda: ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta’. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” (HR. Bukhari 935, Muslim 852 dari sahabat Abu Hurairah Radhiallahu’anhu) Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Baari ketika menjelaskan hadits ini beliau menyebutkan 42 pendapat ulama tentang waktu yang dimaksud. Namun secara umum terdapat 4 pendapat yang paling kuat yaitu : Pendapat pertama, yaitu waktu sejak imam naik mimbar sampai selesai shalat Jum’at, berdasarkan hadits: هي ما بين أن يجلس الإمام إلى أن تقضى الصلاة “Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai” (HR. Muslim, 853 dari sahabat Abu Musa Al Asy’ari Radhiallahu’anhu). Pendapat ini dipilih oleh Imam Muslim, An Nawawi, Al Qurthubi, Ibnul Arabi dan Al Baihaqi. Pendapat kedua, yaitu setelah ashar sampai terbenamnya matahari. Berdasarkan hadits: يوم الجمعة ثنتا عشرة يريد ساعة لا يوجد مسلم يسأل الله عز وجل شيئا إلا أتاه الله عز وجل فالتمسوها آخر ساعة بعد العصر “Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah Azza Wa Jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar” (HR. Abu Daud, no.1048 dari sahabat Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu. Dishahihkan Al Albani di Shahih Abi Daud). Pendapat ini dipilih oleh At Tirmidzi, dan Ibnu Qayyim Al Jauziyyah. Pendapat bahwa ini yang lebih masyhur dikalangan para ulama. Pendapat ketiga, yaitu setelah ashar, namun diakhir-akhir hari Jum’at. Pendapat ini didasari oleh riwayat dari Abi Salamah. Ishaq bin Rahawaih, At Thurthusi, Ibnul Zamlakani menguatkan pendapat ini. Pendapat keempat, yang juga dikuatkan oleh Ibnu Hajar sendiri, yaitu menggabungkan semua pendapat yang ada. Ibnu ‘Abdil Barr berkata: “Dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada dua waktu yang disebutkan”. Dengan demikian seseorang akan lebih memperbanyak doanya di hari Jum’at tidak pada beberapa waktu tertentu saja. Pendapat ini dipilih oleh Imam Ahmad bin Hambal, Ibnu ‘Abdil Barr. 9. Ketika turun hujan Hujan adalah nikmat Allah Subhanawata’ala Ta’ala. Oleh karena itu tidak boleh mencelanya. Sebagian orang merasa jengkel dengan turunnya hujan, padahal yang menurunkan hujan tidak lain adalah Allah Ta’ala. Oleh karena itu, daripada tenggelam dalam rasa jengkel lebih baik memanfaatkan waktu hujan untuk berdoa memohon apa yang diinginkan kepada Allah Ta’ala: ثنتان ما تردان : الدعاء عند النداء ، و تحت المطر “Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun” (HR Al Hakim, 2534, dishahihkan Al Albani di Shahih Al Jami’, 3078) 10. Hari Rabu antara Dzuhur dan Ashar Sunnah ini belum diketahui oleh kebanyakan kaum muslimin, yaitu dikabulkannya doa diantara shalat Zhuhur dan Ashar dihari Rabu. Ini diceritakan oleh Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu: أن النبي صلى الله عليه وسلم دعا في مسجد الفتح ثلاثا يوم الاثنين، ويوم الثلاثاء، ويوم الأربعاء، فاستُجيب له يوم الأربعاء بين الصلاتين فعُرِفَ البِشْرُ في وجهه قال جابر: فلم ينزل بي أمر مهمٌّ غليظ إِلاّ توخَّيْتُ تلك الساعة فأدعو فيها فأعرف الإجابة “Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasalam berdoa di Masjid Al Fath 3 kali, yaitu hari Senin, Selasa dan Rabu. Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu diantara dua shalat. Ini diketahui dari kegembiraan di wajah beliau. Berkata Jabir : ‘Tidaklah suatu perkara penting yang berat pada saya kecuali saya memilih waktu ini untuk berdoa,dan saya mendapati dikabulkannya doa saya‘” Dalam riwayat lain: فاستجيب له يوم الأربعاء بين الصلاتين الظهر والعصر “Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu di antara shalat Zhuhur dan Ashar” (HR. Ahmad, no. 14603, Al Haitsami dalam Majma Az Zawaid, 4/15, berkata: “Semua perawinya tsiqah”, juga dishahihkan Al Albani di Shahih At Targhib, 1185) 11. Ketika Hari Arafah Hari Arafah adalah hari ketika para jama’ah haji melakukan wukuf di Arafah, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah. Pada hari tersebut dianjurkan memperbanyak doa, baik bagi jama’ah haji maupun bagi seluruh kaum muslimin yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sebab Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: خير الدعاء دعاء يوم عرفة “Doa yang terbaik adalah doa ketika hari Arafah” (HR. At Tirmidzi, 3585. Di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi) 12. Ketika Perang Berkecamuk Salah satu keutamaan pergi ke medan perang dalam rangka berjihad di jalan Allah adalah doa dari orang yang berperang di jalan Allah ketika perang sedang berkecamuk, diijabah oleh Allah Ta’ala. Dalilnya adalah hadits yang sudah disebutkan di atas: ثنتان لا تردان أو قلما تردان الدعاء عند النداء وعند البأس حين يلحم بعضهم بعضا “Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”) 13. Ketika Meminum Air Zam-zam Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ماء زمزم لما شرب له “Khasiat Air Zam-zam itu sesuai niat peminumnya” (HR. Ibnu Majah, 2/1018. Dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah, 2502) Demikian uraian mengenai waktu-waktu yang paling dianjurkan untuk berdoa. Mudah-mudahan Allah Ta’ala mengabulkan doa-doa kita dan menerima amal ibadah kita. Amiin Ya Mujiibas Sa’iliin.

Hubungan Puasa dengan Kesehatan

Palangka Raya, 2016 Oleh: H.M.Norsanie Darlan Palangka Raya, 2016 Pendahuluan Tulisan ini diturunkan dari hasil kegiatan selama bulan suci ramadan 1437 Hijriah yang penulis diundang di berbagai tempat dalam acara kuliah tujuh menit (kultum) apakah setelah shalai Isha menjelang solah Taraweh berjemaah. Penulis diminta berdiri sejenak untuk memberikan berbagai materi sebagai penyampai dalam pemberian penyuluhan pada warga jamaah solat Taraweh. Demikian juga disubuh hari, sesaat setelah solah subuh berakhir, panitia meminta penulis untuk memberikan Tauziyah apakah kurang ataukah lebih dari tujuh menit itu terserah kepada dipembicaranya. Kita ketahui bersama bahwa selama bulan suci ramadan tahun 1437 H ini, penulis menyusun kembali terhadap berbagai materi. Apakah materi itu atas permintaan panitia ataukah dipercayakan kepada kita judul ceramah itu. Sehingga untuk hal itu penulis susun kembali untuk dijadikan sebuah buku kecil walau masih serba sederhana, sebagai berikut : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ Artinya: Hai orang-orang beriman. Diwajibkan kepadamu berpuasa. Seperti umat-umat Sebelum kamu. Agar kamu bertaqwa. 1.Hubungan puasa dengan kesehatan 2.Puasa menambah keimanan 3.Meningkatkan Kekebalan Tubuh 4.Dan Sehat Bagi Ginjal 5.Manfaat Puasa dan Kecerdasan 6.Psikologi Yang Tenang Cegah Penyakit Kronis 7.Pencegah & Penyembuh Penyakit Mental 8.Mencegah Diabetes & kelebihan Nutrisi Lainnya 9.Performa Seksual Meningkat Pesat 10. Kesehatan Jantung & Pembuluh Darah Untuk lebih jelasnya ke 10 hal di atas, penulis mencoba mengurai sau-persatu dalam tulisan berikut ini. 1.Hubungan Puasa dengan Kesehatan Sebuah artikel terpilih yang telah menulis ambil dan mengadakan diskusi dari hasil konsultasi kepada Dr. Mushthafa Al-Haffar mengenai pengaruh puasa terhadap kesehatan seseorang. Beliau tokoh di atas memberikan jawaban sebagai berikut : “...Penyelidikan kedokteran modern telah mengakui manfaat puasa terhadap kesehatan. Sehingga para ahli bidang kedokteran menasehatkan kepada semua orang agar melakukan puasa. Karena, dengan puasa seseorang akan bisa terhindar dari berbagai macam penyakit, baik ketika tua ataupun muda...”. Di antara para ahli kedokteran yang mengatakan anjuran ini ialah Prof. Delore. bahwa Puasa ada kaitan erat dengan pemeliharaan kesehatan tubuh karena puasa dapat mengistirahatkan organ-organ tubuh dari pekerjaannya, sehingga kembali baik seperti semula. Maklum puasa kita setiap hari bagi bangsa Indonesia yang hidup dikawasan tropis ini, antara 13-14 jam sehari. Dipihak lain orang mengibaratkan tubuh kita bagaikan mesin. Jika mesin ini kita adakan sebuah perbaikan, dengan mengistiratkan selama masa berpuasa. Maka tubuh kita yang bagaikan mesin ini akan jadi lebih baik lagi. Kehidupan kita sekarang ini dipenuhi dengan kesibukan-kesibukan. Dan hal ini mempunyai pengaruh terhadap selera makan dan kadar makanan yang kita makan. Kalau itu, perut kita terus bekerja tanpa hentinya. Anggota pencernaan pun terus bekerja memproses bahan makanan yang sampai ke dalam perut, tentu ada pengaruhnya terhadap keseimbangkan. Hal ini sama dengan akibat berpuasa, insya Allah akan memberikan efek positif terhadap tubuh kita karena puasa. Demikian pula pekerjaan-pekerjaan di dunia perkantoran akan mengakibatkan banyaknya kadar lemak yang mengendap pada tubuh selama kita tidak berpuasa. Terutama sekali pada urat-urat nadi, yang mengakibatkan anggota-anggota tubuh seseorang cepat rapuh. Selain itu sudah banyak bermunculan kasus-kasus: kegemukan, penyakit kencing manis, reumatik, penyakit ginjal, tekanan darah tinggi dan komplikasi-komplikasi terhadap otak, jantung, mata dan ginjal, semua penyakit tersebut dapat dijaga dengan cara puasa tentunya. Seseorang yang melakukan puasa, berarti mengistirahatkan jantung dan menstabilkan cara kerjanya sehingga semua endapan yang membahayakan tubuh dapat dihilangkan. Puasa juga sangat berfaedah bagi hati dan empedu, karena dapat menghilangkan zat lemak dan dapat menjaga seseorang dari penyakit yang menyerang kedua organ tubuh tersebut. Puasa juga dapat menghindarkan seseorang dari berbagai penyakit kulit. Di antara penyakit kulit yang dapat disembuhkan oleh puasa ialah penyakit eksim, alergi dan bisul. Kesehatan merupakan nikmat yang tidak dapat dinilai dengan harta benda. Untuk menjaga kesehatan, tubuh perlu diberikan kesempatan untuk istirahat. Puasa, yang mensyaratkan untuk tidak makan, minum, dan melakukan perbuatan-perbuatan lain yang membatalkan puasa dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani. Puasa dapat mencegah penyakit yang timbul karena pola makan yang berlebihan. Makanan yang berlebihan gizi belum tentu baik untuk kesehatan seseorang. Kelebihan gizi atau overnutrisi mengakibatkan kegemukan yang dapat menimbulkan penyakit degeneratif seperti kolesterol dan trigliserida tinggi, jantung koroner, kencing manis (diabetes mellitus), dan lain-lain. Pengaruh mekanisme puasa terhadap kesehatan jasmani meliputi berbagai aspek kesehatan, diantaranya yaitu : • Memberikan kesempatan bagi alat pencernaan untuk beristirahat. • Membebaskan tubuh dari racun, kotoran, dan ampas yang merusak kesehatan. • Memblokir makanan untuk bakteri, virus, dan sel kanker sehingga kuman-kuman tersebut tidak bisa bertahan hidup. • Menambah jumlah sel darah putih dan meningkatkan daya tahan tubuh. Pada minggu pertama puasa belum ditemukan pertumbuhan sel darah putih. Namun, mulai hari ketujuh (minggu kedua), penambahan sel darah putih pesat sekali. Darah putih merupakan unsur utama dalam sistem pertahanan tubuh. • Menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh. • Memperbaiki fungsi hormon yang diperlukan dalam berbagai proses fisiologis dan biokimia tubuh. Hormon dikeluarkan oleh kelenjar endokrin dan hipofisis sebagai reaksi tubuh terhadap berbagai tekanan dan stres lingkungan. Kekurangan atau kelebihan produksi hormon tertentu akan berdampak buruk pada kesehatan tubuh. Misal ketika mengalami stres, hormon insulin dan adrenalin yang mengatur waktu lapar terganggu sehingga nafsu makan hilang atau bahkan datang lebih cepat. Kekurangan produksi hormon insulin berakibat munculnya penyakit diabetes, sedangkan bila berlebihan tubuh akan menderita hiperglikemia. Pada saat puasa orang akan bersabar dan berusaha menahan amarah dan senantiasa pasrah pada Tuhan. Hal itu akan membuat fungsi hormon berjalan normal sehingga irama hidup lebih harmonis. • Meremajakan sel-sel tubuh. Ketika kita berpuasa, organ tubuh berada pada posisi rileks, sehingga mempunyai kesempatan untuk memperbarui sel-selnya. • Meningkatkan fungsi organ tubuh. Puasa akan memberikan rangsangan terhadap seluruh sel, jaringan, dan organ tubuh. Efek rangsangan ini akan menghasilkan, memulihkan, dan meningkatkan fungsi organ sesuai fungsi fisiologisnya, misalnya panca indra menjadi lebih tajam. • Puasa meningkatkan fungsi organ reproduksi. Hal ini terkait dengan peremajaan sel-sel yang berpengaruh pada sel-sel urogenitalis dan alat-alat reproduksi lainnya. Hormon yang berkaitan dengan masalah perilaku seksual tidak hanya dihasilkan oleh organ indung telur (estrogen) dan testis (testosteron), tetapi juga oleh kelenjar hipofisis. Disunahkan agar berbuka puasa diawali dengan makan buah kurma, atau dengan buah-buahan dan minuman yang manis seperti madu. Ajaran ini mengandung makna kesehatan karena buah-buahan dan minuman yang manis merupakan bahan bakar siap pakai yang dapat segera diserap oleh tubuh untuk memulihkan tenaga setelah seharian tubuh tidak disuplai oleh makanan dan minuman. Glukosa yang terkandung di dalam buah-buahan dan minuman yang manis merupakan sumber energi utama bagi sel-sel tubuh. Glukosa efektif dibutuhkan ketika tubuh memerlukan masukan energi yang diperlukannya. Jadi dengan demikian puasa berarti mengistirahatkan alat pencernaan dan meringankan cara kerjanya. Sehingga perut besar, perut kecil dan usus dua belas jari dapat terhindar dari berbagai macam gangguan yang akan menimpa di masa-masa mendatang”. Dan selamat menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan. Semoga segala amal dan ibadah kita diterima Allah Subhanahuata’ala. Amin yarabbal alamin. 2.Puasa Menambah Keimanan Tuhan telah mewajibkan agar seseorang tetap sehat dan panjang umur, salah satu perintahnya yang diwajibkan kepada umatNya (manusia penganut Islam) adalah berpuasa di bulan puasa. Walau tidak menutup kemungkinan ada juga yang berpuasa di luar bulan suci Ramadan. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ Artinya: “...Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa...”. Bila kita memperhatikan kalimat di atas, firman Alllah itu tidak sekedar memberikan perintah biasa. Tetapi berpuasa sebuah kewajiban bagi umat Islam yang ternyata mengerjakan puasa itu, tapi juga bagi umat-umat sebelum Islam pernah mendapatkan perintah berpuasa, oleh Allah SWT, namun ada tata cara yang berbeda dengan umat Islam yang kita lakukan berdasarkan petunjuk yang disampaikan Nabi Muhammad SAW kepada kita dewasa ini. Puasa banyak memberikan manfaat terhadap kesehatan. Seperti mereka yang selama ini banyak penderitanya. Diantaranya penyakit-penyakit itu adalah: 1.Mengurangi Kegemukan secara ilmiah berpuasa juga berdampak pada penurunan berat badan (BB). Dengan berpuasa usus-usus dalam tubuh akan lebih bersih dari sisa-sisa endapan makanan, Endapan makanan inilah yang bila berkelebihan akan menjadi lemak diperut. Selain itu berpuasa juga memperbaiki sistem pencernaan kita seperti juga diuraikan di bagian lain, sehingga sirkulasi makanan dan buang air menjadi lebih lancar. 2.Kesehatan Jantung & Pembuluh Darah Sakit jantung tidak dipungkiri lagi merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti oleh kebanyakan orang di dunia, apalagi di Indonesia dengan jumlah perokok terus makin tahun semakin meningkat. Tiap tahunnya penyakit jantung adalah ancaman nyata. Untungnya, berpuasa memiliki upaya yang sangat baik bagi jantung, ketika berpuasa, tubuh kita ternyata melakukan peningkatan HDL artinya kolesterol baik dan penurunan LDL kolesterol jahat yang menurut penelitian “chronobiological” ternyata hal tersebut merupakan hal yang sehat bagi jantung dan pembuluh darah. 3.Meningkatkan Kekebalan Tubuh Banyak hasil-hasil penelitian yang membuktikan dari hasil eksperimen para ahli yang mereka melakukan bahwa puasa bukannya semakin lemas sehingga menjadi gampang sakit. Tapi ternyata puasa justru meningkatkan kekebalan tubuh. Hal ini didukung oleh penelitian yang bahkan sudah umum, yaitu mengenai: Ketika seorang berpuasa maka akan terjadi peningkatan Limfosit sampai dengan 10 kali lipat dalam tubuh seseorang, hal ini memberikan pengaruh yang besar terhadap sistem imunitas (kekebalan) tubuh, sehingga puasa justru menghindarkan kita dari berbagai virus dari lingkungan luar/makanan yang tidak baik dapat kita hilangkan. 4.Dan Sehat Bagi Ginjal Semua manusia pasti memiliki organ yang disebut dengan ginjal. ini merupakan penyaring zat berbahaya apapun yang kita makan dan minum. Tapi dengan berpuasa membuat ginjal kita semakin sehat, mengapa? Karena fungsi ginjal akan maksimal bila kekuatan osmosis urin mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air, dan satu-satunya cara adalah dengan mengurangi asupan air yaitu ketika berpuasa. Masih banyak lagi yang lainnya. Namun akan penulis urai dalam kesempatan yang lain. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Selamat menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan. Semoga amal dan ibadah kita diterima Allah Subhanahuata’ala. Amin yarabbal alamin. AYAT PUASA ( AL-BAQARAH:183-187) تفسير آيات الصيام TAFSIRAN AYAT-AYAT TENTANG PUASA Allah taala berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (Yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah ia berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jia ia tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Al Baqarah: 183-184). Allah berfirman yang ditujukan kepada orang-orang yang beriman dari umat ini, seraya menyuruh mereka agar berpuasa. Yaitu menahan dari makan, minum dan bersenggama dengan niat ikhlas karena Allah ta'ala. Karena di dalamnya terdapat penyucian dan pembersihan jiwa. Juga menjernihkannya dari pikiran-pikiran yang buruk dan akhlak yang rendah. 5. Manfaat Puasa Untuk Kecerdasan Otak Deahanifa Azzah Syafina No comments Otak adalah organ terpenting dalam tubuh seseorang. Dan ternyata, melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadan tidak hanya berguna untuk kesehatan tubuh tapi juga untuk kesehatan otak. Perbedaan mendasar antara manusia dengan hewan terletak pada otak dan pikirannya. Untuk para hewan, otak mereka hanya mengumpulkan informasi tentang makanan, sumber air dan juga tempat tinggal. Tapi otak dan pikiran manusia tidak hanya melakukan hal itu, otak manusia juga akan melakukan visualisasi serta refleksi. Hal itulah yang menjadi pembeda antara manusia dengan hewan. Sebuah hasil penelitian yang dilakukan oleh National Institute of Aging yang terletak di Baltimore, Maryland, Amerika Serikat menemukan bahwa berpuasa dapat membantu seseorang yang memiliki masalah kesehatan mental seperti Parkinson dan Alzheimer. Mereka juga mengatakan bahwa melaksanakan ibadah puasa selama satu atau dua hari setiap minggunya akan membantu Anda untuk membuat otak menjadi lebih sehat sehingga kinerja otak bisa lebih baik. Selain masalah kinerja otak, ternyata puasa juga bisa memberikan hasil yang lebih baik daripada diet. Para peneliti di institusi tersebut juga menemukan bahwa melakukan puasa selama satu atau dua hari setiap minggu bisa menurunkan berat badan lebih baik daripada melakukan program diet secara berkelanjutan. Melakukan puasa selama satu atau dua hari dalam seminggu juga akan membantu Anda untuk mendapatkan berat badan yang Anda inginkan tanpa harus mengganggu metabolisme dalam tubuh Anda. Karena ternyata melakukan diet selama seminggu penuh akan mempengaruhi kinerja otak serta beberapa hormon yang terdapat di dalam tubuh. Adapun manfaat positif yang bisa Anda dapatkan dengan melakukan Ibadah puasa, termasuk untuk kesehatan otak adalah: 1. Bagi Anda yang melakukan pembatasan asupan kalori pada bulan Ramadan, Anda memiliki resiko yang lebih kecil untuk mengalami penyakit Huntington dan Alzheimer; 2. Puasa dapat menurunkan resiko terjadinya trauma, depresi dan stroke; 3. Puasa dapat meningkatkan proses autofagi saraf, yaitu suatu proses dimana dilakukan penyingkiran struktur yang tidak lagi digunakan dalam saraf; 4.Puasa dapat membuat produksi keton, yang merupakan hasil penguraian lemak, mengalami peningkatan sehingga dapat membantu Anda untuk menurunkan berat badan. Oleh karena itu saat sedang berpuasa, Anda tidak hanya harus menahan lapar dan dahaga Anda tapi juga pikiran dan hati Anda. Jangan sampai Anda mengaku berpuasa tapi sering berpikiran negatif. Selain itu, jangan lupa melakukan berbagai Ibadah lain di bulan puasa agar kesehatan jiwa Anda juga bisa terjaga. Dengan demikian puasa yang teratur menghasilkan kecerdasan yang sempurna bagi mereka yang berpuasa. 6.Psikologi Yang Tenang Cegah Penyakit Kronis Setiap orang berpuasa, tentu selain menahan lapar dan haus, puasa juga mengharuskan kita menahan amarah. Hal ini membuat keadaan psikologis seseorang menjadi lebih tenang dan secara ilmiah akan menurunkan kadar adrenalin adalah hormon yang dihasilkan kelenjar adrenalin dalam tubuh. Minimnya adrenalin akan memberikan efek baik pada tubuh seperti: mencegah pembentukan kolesterol dan kontraksi empedu yang lebih baik dimana hal ini dapat mengurangi resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya. 7. Mencegah & Penyembuh Penyakit Mental Bagi para ahli melakukan sebuah penelitian terhadap tindakan seseorang dengan berpuasa menahan lapar dan haus dahaga. Maka erat hubungannya dengan otak kita didalamnya memiliki fungsi pembersih dan penyehat otak dengan bantuan sel-sel yang disebut dengan “neuroglial cells”. Saat berpuasa, sel-sel neuron yang mati atau sakit, akan “dimakan” oleh sel-sel neuroglial ini, dimana hal ini akan berdampak pula pada mental seseorang. bahkan, seorang ilmuwan itu di bidang kejiwaan yang bernama Dr. Ehret menyatakan bahwa: “Beberapa hari berpuasa akan memberikan dampak pada kesehatan fisik, dan lebih lanjut untuk mendapatkan kesehatan mental, seseorang harus menjalani puasa lebih dari 21 hari. Apa lagi puasa ramadan berjalan selama 1 bulan. Tentu secara hitungan lebih banyak dari 21 hari itu, akan menghasilkan manfaat yang lebih besar. Ini adalah sebuah hasil peneliian para ahlinya. Sehingga kita perlu melihat dari kemanfaatannya dalam berpuasa. Apa lagi berpuasa dibulan ramadan. 8.Pencegah Diabetes & kelebihan Nutrisi Lainnya Mereka yang dalam situasi obesitas, hiperkolesterol, diabetes dan penyakit yang diakibatkan kelebihan nutrisi lainnya adalah akibat dari tubuh mengalami kelebihan kadar gula darah dan kolesterol. Dengan berpuasa konsumsi gula dan makanan berlemak dapat lebih terkontrol dan dikurang yang akan berdampak baik bagi kembalinya keseimbangan kadar gula dan kolesterol tersebut. Ini karena kita berpuasa. Namun ada kalanya napsu kita muncul disaat sehabis berbuka puasa, membuat makan sepuasnya. Hal itu tentu tidak dianjurkan. Sebaiknya setelah kita berpuasa disiang hari, maka dimalam hari harus pula menahan napsu untuk makan yang berlebihan. Karena kalau makan berlebihan membuat tubuh kita akan sembali seperti tidak berpuasa. 9. Performa Seksual Meningkat Pesat Sebuah penelitian yang membahas tentang hubungan puasa dengan kadar hormon kejantanan kaum kelaki (testoteron), perangsang kantung (FSH) dan lemotin (LH) membuktikan, bahwa puasa memang benar menurunkan nafsu seksual dan menurunkan hormon testoteron. Namun ini bersifat sementara, Bahkan setelah beberapa hari siklus puasa dijalankan justru produksi hormon testosteron dan performa seksual justru meningkat pesat. 10.Kesehatan Jantung & Pembuluh Darah Sakit jantung tidak dipungkiri lagi merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti oleh kebanyakan orang di dunia, termasuk di Indonesia dengan jumlah perokok terus makin tahun semakin meningkat. Tiap tahunnya penyakit jantung adalah ancaman nyata. Untungnya, berpuasa memiliki upaya yang sangat baik bagi jantung, ketika berpuasa, tubuh kita ternyata melakukan peningkatan HDL artinya kolesterol baik dan penurunan LDL kolesterol jahat yang menurut penelitian “chronobiological” ternyata hal tersebut merupakan hal yang sehat bagi jantung dan pembuluh darah. Seseorang yang menderita penyakit jantung, tentu sangat memelihara terhadap HDL maupun DDL. Kolenterol jahat sangat mengancam terhadap kematian. Sehingga setiap penderita penyakit jantung harus memperhatikannya dengan teliti, agar tidak terjadi kematian yang sebenarnya tidak kita inginkan.

PERAN DAN EKSPEKTASI PENDIDIKAN NON FORMAL DALAM MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)

Semarang, 8 Mei 2015 Oleh : H.M.Norsanie Darlan Guru Besar Pendidikan Luar Sekolah Universitas Palangka Raya Pendahuluan Duturunkannya tulisan ini tidak lain menjawab terhadap persiapan kehadiran untuk pemakalah yang dilaksanakan dalam rangka permintaan panitia seminar nasional dan temu kolegial tingkat nasional jurusan/program studi Pendidikan Non Formal (PLS) yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang. Diharapkan seminar ini memberikan manfaat pada program studi/jurusan pendidikan non formal di tanah air. Sehingga masing-masing program studi PLS akan memberikan warna sendiri-sendiri dalam pertemuan di semarang ini. Dan perlu diketahui bahwa dalam sudut pandang pendidikan non formal bahwa PLS dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tidak tinggal dian dan berpangku tangan, melainkan pendidikan non formal harus turut serta menyongsong tahun 2020 mendatang dari sekarang. Untuk lebih jelasnya hal-hal itu, penulis akan menguraikan satu persatu sebagai berikut: Apa peran itu Bila kita memperhatikan tentang peran itu, berarti ia lebih menunjukkan pada fungsi penyesuaian diri, dan sebagai sebuah proses. Peran yang dimiliki oleh seseorang mencakup tiga hal antara lain. a.Peran meliputi norma-norma yang dihubungkan dengan posisi seseorang di dalam kelompok masyarakat. Jadi, peran di sini bisa berarti peraturan yang membimbing seseorang dalam masyarakat. b.Peran adalah sesuatu yang dilakukan seseorang dalam masyarakat. c.Peran juga merupakan perilaku seseorang yang penting bagi struktur sosial masyarakat. Sedangkan peran ideal, dapat diterjemahkan sebagai peran yang diharapkan dilakukan oleh pemegang peranan tersebut. Misalnya dinas perhubungan sebagai suatu organisasi formal tertentu diharapkan berfungsi dalam penegakan hukum. Menurut: Soerjono Soekamto hal itu dapat bertindak sebagai pengayom bagi masyarakat dalam rangka mewujudkan ketertiban, keamanan yang mempunyai tujuan akhir kesejahteraan masyarakat, artinya peranan yang nyata. Peran merupakan aspek dinamis dari kedudukan (status) yang dimiliki oleh seseorang, sedangkan status merupakan sekumpulan hak dan kewajiban yang dimiliki seseorang apabila seseorang melakukan hak-hak dan kewajiban sesuai dengan kedudukannya, maka ia menjalankan suatu fungsi. Hakekatnya peran juga dapat dirumuskan sebagai suatu rangkaian perilaku tertentu yang ditimbulkan oleh suatu jabatan tertentu pula. Kepribadian seseorang juga mempengaruhi bagaimana peran itu harus dijalankan. Peran yang dimainkan hakekatnya tidak ada perbedaan, baik yang dimainkan / diperankan pimpinan tingkat atas, menengah maupun bawah akan mempunyai peran yang sama Peran merupakan tindakan atau perilaku yang dilakukan oleh seseorang yang menempati suatu posisi di dalam status sosial syarat-syarat peran mencangkup 4 (empat) hal, yaitu: Peran adalah suatu konsep perilaku apa yang dapat dilaksanakan oleh individu-individu dalam masyarakat sebagai organisasi. Peran juga dapat dikatakan sebagai perilaku individu, yang penting bagi struktur sosial masyarakat. Peran adalah suatu rangkaian yang teratur yang ditimbulkan karena suatu jabatan. Manusia sebagai makhluk sosial memiliki kecenderungan untuk hidup berkelompok. Dalam kehidupan berkelompok tadi akan terjadi interaksi antara anggota masyarakat yang satu dengan anggota masyarakat yang lainnya. Tumbuhnya interaksi diantara mereka ada saling ketergantungan. Dalam kehidupan bermasyarakat itu munculah apa yang dinamakan peran (role), dalam pendidikan luar sekolah. Peran merupakan aspek yang dinamis dari kedudukan seseorang, apabila seseorang melaksanakan hak-hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya maka orang yang bersangkutan menjalankan suatu peranan. Untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas ada baiknya terlebih dahulu kita pahami tentang pengertian peran. Peran tenaga pendidikan tenaga kependidikan dalam menjalankan tugasnya dalam mengambil peran untuk mencapai tujuan pendidikan luar sekolah. Tentu harus ada dan jelas, dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan demikian, peran kita sebagai pendidikan tenaga kependidikan, harus harus terlibat dalam menghadapi masyarakat agar PLS kita tidak terlalu jauh ketinggalan dalam upaya menghadapi pangsa pasar di era MEA. Ekspektasi Ekspektasi bukanlah sebuah harapan. Ekspektasi adalah kemungkinan yang bisa timbul dan dapat dihitung dengan sebuah metode kuantitatif, sedangkan harapan bukanlah sesuatu yang dapat dihitung dengan angka kuantitatif maupun dengan kuantitas do’a yang anda lakukan. Dipihak lain, Ekspektasi adalah sebuah harapan besar yang di bebankan pada sesuatu yang di anggap akan mampu membawa dampak yang baik atau lebih baik dengan diperkerjakan dia ekspektasinya bisa membuat maju perusahaan kita. Ekspektasi dan Harapan Siapa saja boleh memilih untuk hidup menurut keinginannya, tidak ada yang melarang. Menurut: Ryan Aldo (2012) bahwa: Ego dan percaya diri dalam kebebasan mampu membuat setiap orang bahagia, boleh saja dijadikan pegangan. Namun harus diakui, kadang cita dan keinginan harus kandas karna sebuah harapan yang terlalu dipaksakan. Seperti kata Shakespeare, “Expectation is the root of all heartache“. Harapan adalah akar dari semua sakit hati. Apakah memang demikian? Dalam bahasa Inggris, kita dapat menerjemahkan harapan dari kata Hope dan expectation. Kedua kata ini kelihatannya sama, namun dalam pemahamannya adalah tidak harus sama atau berbeda. Hope dan expectation adalah dua kata yang sering membuat kita bingung karena kesamaan dalam konotasinya. Sebenarnya ada beberapa perbedaan antara kedua kata atau istilah tersebut. Expectations sering dicirikan untuk sebuah keinginan yang tidak terpenuhi. Di sisi lain hope bukan tentang keinginan yang terpenuhi. Hope selalu mengenai sesuatu yang mungkin terjadi. Sedangkan Expectations lebih luas bahkan sebagian besar mengenai sesuatu yang tidak mungkin terjadi (sulit terjadi). Pemahaman ini paling tidak menurut ukuran kondisi seseorang pada saat ini terhadap sesuatu yang diinginkan dapat terjadi di masa depan. Ini adalah salah satu perbedaan utama dari keduanya. Sehingga pendidikan luar sekolah diperlukan untuk pengembangan ke masa depan yang lebih baik dari masa sebelumnya. Hope adalah semua tentang imajinasi yang sangat mungkin terjadi sedangkan expectation sering menyangkut imajinasi yang berlebihan dan sulit terjadi. Expectations membuat anda seolah-olah dapat mengendalikan hidup anda karena gairah dan obsesi, sementara hope adalah chance (kesempatan) atau probabilitas dimana anda cenderung berbuat pasrah. Sebetulnya tidak boleh demikian. PLS harus maju terus, para tenaga akademisi yang tak kenal lelah. Expectation adalah pola pikir yang jauh lebih aktif bila dibandingkan dengan hope. Hal ini karena fakta menunjukan bahwa ketika anda berharap (hope) akan sesuatu, anda kadang lebih berserah diri pada takdir (destiny). Sedangkan dalam kasus Expectation, anda mengupayakan segala upaya untuk menggapai atau merealisasikannya apa yang telah direncanakan. Termasuk perencanaan dalam pendidikan non formal. Pemikir berkeyakinan bahwa expectation kadang-kadang dapat disamakan dengan keadaan “berharap-harap cemas”. Perbedaan penting lainnya antara hope dan expectation adalah bahwa expectation mungkin tidak realistis. Di sisi lain hope selalu tentang sesuatu yang realistis. Dalam pengertian ini terkadang Expectation seolah-olah merupakan wujud dari Fantasy atau Illusion. Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak. Setiap pengalaman yang memiliki efek formatif pada cara orang berpikir, merasa, atau tindakan dapat dianggap pendidikan. Sebuah hak atas pendidikan telah diakui oleh beberapa pemerintah. Pada tingkat global, Pasal 13 PBB 1966 Kovenan Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya mengakui tentang hak setiap orang atas pendidikan. Meskipun pendidikan adalah wajib di sebagian besar tempat sampai usia tertentu, bentuk pendidikan dengan hadir di sekolah sering tidak dilakukan, dan sebagian kecil orang tua memilih untuk pendidikan home-schooling, e-learning atau yang serupa untuk masa depan anak-anak mereka. Filosofi pendidikan Adapun pendidikan biasanya berawal saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup. Dalam filosofi ini, tidak terlepas dari istilah pendidikan sepanjang hayat yang selalu dikemukakan oleh para tokoh PLS. Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia bisa mengajar bayi mereka sebelum kelahiran. Bagi sebagian orang, pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan formal. Seperti kata Mark Twain, "Saya tidak pernah membiarkan sekolah mengganggu pendidikan saya. Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam, sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka, walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi. Fungsi pendidikan Bila kita memperhatikan apa menurut Horton dan Hunt, lembaga pendidikan berkaitan dengan fungsi yang nyata (manifes) berikut: • Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah. • Mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat. • Melestarikan kebudayaan. • Menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi. Fungsi lain, dari lembaga pendidikan adalah sebagai berikut. • Mengurangi pengendalian orang tua. Melalui pendidikan, orang tua melimpahkan tugas dan wewenangnya dalam mendidik anak. • Menyediakan sarana untuk pembangkangan. Luar Sekolah memiliki potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal ini tercermin dengan adanya perbedaan pandangan antara sekolah dan masyarakat tentang sesuatu. Pengertian pendidikan Pendidikan adalah hal terpenting dalam kehidupan seseorang. Melalui pendidikan formal ataukah non formal, seseorang dapat dipandang terhormat, memiliki karir yang baik serta dapat bertingkah sesuai norma-norma yang berlaku. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana secara etis, sistematis, intensional dan kreatif dimana peserta didik mengembangkan potensi diri, kecerdasan, pengendalian diri dan keterampilan untuk membuat dirinya berguna di masyarakat Pengertian pendidikan menurut Undang-Undang SISDIKNAS nomor 20 tahun 2003, adalah sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran sedemikian rupa supaya peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya secara aktif supaya memiliki pengendalian diri, kecerdasan, keterampilan dalam bermasyarakat, kekuatan spiritual keagamaan, kepribadian serta akhlak mulia. Pendidikan non formal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Hasil pendidikan non formal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan. Sasaran Pendidikan Non formal Pendidikan non formal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. Fungsi Pendidikan Non formal Pendidikan non formal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional. Jenis Pendidikan Non formal Pendidikan non formal meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja. Pendidikan kesetaraan meliputi Paket A, Paket B dan Paket C, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik seperti: Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, majelis taklim, sanggar, dan lain sebagainya, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik. Satuan pendidikan penyelenggara • Taman kanak-kanak (TK) • Taman Pendidikan Al-Qur'an • Kelompok bermain (KB) • Taman penitipan anak (TPA) • Lembaga kursus • Sanggar • Lembaga pelatihan • Kelompok belajar • Pusat kegiatan belajar masyaraka • Majelis taklim Kursus dan pelatihan diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap untuk mengembangkan diri, mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri, dan/atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Arti dan Contoh Pendidikan Formal, Nonformal dan Informal No. Jenis Lembaga Pendidikan Arti Contoh bentuk lembaga pendidikan 1 Formal Pendidikan yang diselenggarakan oleh Sekolah atau Perguruan Tinggi. TK SD, MI SMP, MTS SMA, SMK, MA Universitas 2 Non formal Pendidikan yang diselenggarakan oleh lembaga di luar sekolah atau perguruan tinggi. Kursus TPA Bimbingan Belajar 3 Informal Pendidikan di dalam masyarakat dan keluarga Pendidikan orang tua (keluarga) kepada anak Apa Pendidikan Non Formal itu ? 1.Pengertian Pendidikan Nonformal Yang dimaksud dengan pendidikan nonformal monurut: H. M. Norsanie Darlan (2014) adalah setiap program pelayanan pendidikan yang diselenggarakan di luar sistem persekolahan, dan merupakan bagian terpadu dari sistem pendidikan nasional yang berlangsung seumur hidup menuju terbentuknya manusia pancasila yang berkarakter. Berdasarkan pendidikan pra sekolah yang isi kegiatannya berkenaan dengan perluasan wawasan, peningkatan keterampilan dan kesejahteraan keluarga, disebut program pendidikan nonformal. Menurut Soedamo, salah seorang tokoh Pendidikan Luar Sekolah (PNF) Indonesia dalam bukunya berjudul: Pendidikan Non Formal menurut: Soedamo, dan Norsanie (1984 : 11). Secara jelas menyebutkan bahwa: “...Pendidikan Nonformal adalah setiap kesempatan dimana dan terdapat komunikasi yang teratur dan terarah, diluar sekolah (diluar formal), di mana seseorang memperoleh informasi, pengetahuan, latihan, atau pun bimbingan sesuai dengan usia dan kebutuhan hidupnya, dengan tujuan mengembangkan tingkat keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang memungkinkan baginya menjadi peserta aktif yang efesien dan efektif dalam keluarganya, pekerjaanya bahkan lingkungan masyarakat dan negaranya....” Sedangkan menurut Phillips H. Combs, dalam bukunya yang berjudul : concept education beyond school, Jakarta thn (1986 : 50) menyebutkan : “...Setiap kegiatan pendidikan yang terorganisir dan diselenggarakan di luar system formal, baik tersendiri maupun merupakan bagian dari suatu kegiatan yang luas, yang dimaksudkan untuk memberikan layanan kepada sasaran didik tertentu dalam rangka mencapai tujuan-tujuan belajar...”. Menurut Sanapiah Faisal, dalam bukunya yang berjudul : Pendidikan Nonformal didalam system pendidikan dan pembangunan nasional, Surabaya thn (1981 : 37), secara sederhana menyebutkan : “...Penyelengaraan Pendidikan yang terorganisir di luar system persekolahan, isi pendidikannya terprogram, adanya sekuensi materi yang disampaikan didalam proses suatu pendidikan yang berlangsung, berada dalam suatu medan inter-aksi belajar mengajar yang sedikit banyak terkontrol, serta adanya kredensial meskipun tidak selalu memiliki saksi legal contoh konkritnya seperti kursus, penataran, dan training...”. 2. Fungsi Pendidikan Non formal Fungsi Pendidikan Non formal adalah membelajarkan individu agar mampu mengembangkan potensi yang ada pada diri kearah perwujudan pribadi yang utuh, dan membelajarkan masyarakat sehingga terwujud masyarakat gemar belajar. Gemar belajar ini dalam arti luas, meliputi berupa: membaca, menulis dan berhitung. Tidak itu saja tapi juga itu mereka juga perlu diberikan berbagai keperluan hidup berupa keterampilan-keterampilan yang sebaiknya memberikan fungsi terhadap sumber daya alam di sekitar untuk diolah menjadi suatu kecakapan hidupnya. Pelaksanaan Pendidikan Non formal tidak terikat oleh ruang dan waktu dapat dilakukan kapan saja, dimana saja, oleh dan untuk siapa saja seseorang yang pada suatu ketika menjadi peserta didik pada saat ini dia dapat menjadi tutor ataupun instruktur. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa fungsi utama Pendidikan Non formal adalah membelajarkan masyarakat, kapan saja dan memanfaatkan nilai yang baik dan lebih bermanfaat bagi kehidupan pribadi keluarga, masyarakat bangsa dan Negara. 3. Tujuan Pendidikan Non formal Dalam pencapaian secara operasional tujuan institusional pendidikan Non formal, memungkinkan bagi warga masyarakat untuk memiliki : memberikan kemampuan mengembangkan kepribadian dan mengaktualisasikan dirinya; Memberikan kemampuan menghadapi tantangan hidup, baik dalam lingkungan keluarga atau masyarakat; Punya kemampuan membina keluarga sejahtera dalam rangka memajukan kesejahteraan umum; Wawasan yang luas tentang hak dan kewajiban sebagai warga Negara; Kesadaran berbangsa bernegara, dan bermasyarakat dalam rangka pembangunan manusia dan masyarakat pancasila; Kemampuan menciptakan /membantu menciptakan lapangan kerja sesuai dengan keahlian yang dimiliki; Karena tujuan ini menegaskan bahwa pendidikan Non formal berusaha mengembangkan secara selaras, serasi dan seimbang. Kecerdasan sikap, kreativitas, dan upaya peningkatan mutu dan taraf hidup individu, keluarga, masyarakat bangsa dan negara. Upaya pencapaian tujuan yang institusional tersebut pada hakikatnya dilimpahkan kepada pranata kelembagaan pendidikan keluarga, pendidikan perluasan wawasan, dan pendidikan keterampilan. 4. Ruang Lingkup Pendidikan Non formal Ruang lingkup pendidikan Non formal menyangkut berbagai aspek kehidupan dari berbagai usia, tempat dan kebutuhan, ruang lingkup pelayanan pendidikan nonformal menjangkau keseluruhan kegiatan pelayanan pendidikan di luar sistem persekolahan pelayanan diselenggarakan oleh pendidikan di luar persekolah. Pendidikan Non formal tidak hanya dilakukan oleh pemerintah / departemen, tapi juga dilaksanakan oleh seluruh masyarakat yang mampu membimbing dan melaksanakannya. Ruang lingkup pendidikan nonformal dapat ditinjau dari beberapa segi seperti : Pelayanan, pranata, Pelambangan Program. Ketiga segi itu sebagai berikut : Dari segi pelayanan Usia Persekolahan Upaya peralatan pendidikan yang berhubungan dengan anak usia berhubungan antara lain adalah: tempat penitipan anak, dan kelompok sepermainan. Lembaga-lembaga pendidikan semacam ini juga termasuk lembaga pendidikan nonformal. Fungsi lembaga tersebut berbeda dengan fungsi taman kanak-kanak yang merupakan persiapan untuk memasuki sekolah dasar. Berdasarkan jenis kelamin Menurut daftar statistik wanita ternyata jumiah lebih banyak dari pada pria. Meskipun demikian, partisipasi wanita masih kurang dalam peningkatan produksi atau pendidikan sosial, ekonomi yang dilaksanakan bersama dengan pria. Mengingat bahwa wanita lebih berperan dalam kegiatan kesejahteraan keluarga, partisipasi wanita dalam hal ini perlu ditingkatkan lagi. Program pendidikan nonformal yang sangat menonjol dalam kegiatan itu ialah : program PKK, KB dan sebagainya. Sistem penyampaian dapat dilakukan dengan menggunakan : Kelompok, organisasi clan lembaga yang ada dalam masyarakat; Mekanisme sosial, budaya seperti perlombaan dan pertandingan; Kesenian tradisional seperti wayang, ludruk, dagelan, maupun teknologi modem seperti : TV, film majalah, dan surat kabar; Prasarana dan sarana seperti: balai desa, masjid, gereja sekolah, alat perlengkapan belajar, dan alat perlengkapan kerja. Arti PLS Adapun arti Pendidikan Luar Sekolah Norsanie Darlan (2012) adalah: ”...setiap kesempatan dimana terdapat komunikasi yang teratur dan terarah di luar sekolah, di mana seseorang memperoleh informasi pengetahuan, latihan dan bimbingan yang sesuai dengan usia dan kebutuhan hidupnya...”, dengan mengembangkan tingkat keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang memungkinkan baginya menjadi peserta aktif dan efesien dalam lingkungan pekerjaannya bahkan lingkungan masyarakat negaranya. Ciri PNF atau PLS Bila mengkaji berbagai literatur yang menyebutkan bahwa Pendidikan Luar sekolah (PLS) yang berdasarkan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2003 secara jelas bahwa PLS atau pendidikan nonformal itu tidak dijelaskan secara rinci dalam hal ciri pendidikan luar sekolah itu. Penulis dalam kesempatan ini, mencoba mengurai ciri tentang PLS atau pendidikan nonformal ini menurut Norsanie Darlan (2001) adalah: (1) waktunya pendek; (2) materinya beragam; (3) siswanya bervariasi dan; (4) tempatnya menyesuaikan Untuk lebih jelasnya yaitu: waktunya pendek, artinya pendidikan luar sekolah atau pendidikan nonformal ini, tidak lebih dari 12 bulan. Bahkan ada yang hanya satu hari. Demikian juga jam belajarnya. Apakah pagi, sore atau malam hari. Sehingga tidak mengganggu jam kerja warga belajar. Dalam perkembangannya, pada pendidikan dasar dan menengah dewasa ini tentu ada yang lebih dari setahun. Misalnya dalam program paket A,B dan C. Guna meningkatkan kualitas disertai fungsi dan peran yang makin diperbaiki. Maka warga belajar paket A, B dan C tidak mungikin dalam waktu 3 – 4 bulan sudah terima ijazah. Mereka harus belajar dengan kesungguhan, disertai mengikuti ujian untuk menentukan kelulusan. Adapun materi pembelajaran pendidikan orang dewasa ini, beragam. Artinya menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat (belajar berdasarkan bebutuhan masyarakat). Beda dengan pendidikan persekolahan atau pendidikan formal. Dalam pendidikan luar sekolah atau pendidikan nonformal ini, materi dibuat berdasarkan kesepakatan. Para mahasiswa yang mengambil program studi / jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) tahu persis cara rancang bangun dan rekayasa dalam materi belajar yang berdasar kesepakatan itu. Kalau tidak maka kelompok belajarnya akan bubar. Siswanya atau istilah di PLS Warga belajarnya bervariasi, dengan berdasar konsep pendidikan luar sekolah atau pendidikan nonformal ini, kepada mereka yang karena sesuatu dan lain hal dalam pendidikan formal belum sempat menikmati dunia pendidikan. Namun telah berusia 35 tahun baru ia sadar akan pentingnya sekolah dasar. Padahal pada usia itu tidak akan ada lagi murid SD. Maka ia harus mengikuti jalur ke 2 yaitu pendidikan luar sekolah atau pendidikan nonformal ini, dengan belajar paket A. Sehingga ia harus mengikuti paket A-1 sampai A-100. Atau pendidikan keaksaraan lainnya. Selain itu tutor harus mengerti betul yang didik ini orang dewasa. Materi selingan perlu ada agar warga belajar tidak bosan, maka ia harus merancang bangun dan rekayasa materi belajar lain yang sesuai kebutuhan warga belajar (WB)-nya. Yang dimaksud bervariasi di atas tidak lain usia peserta beragam. Ada yang usia 25 tahun ada pula 35 tahun dan sebagainya. Bahkan pengalaman penulis ada warga belajar (siswanya) lebih tua dari tutor (guru) ini adalah wajar, dan motivasi ingin tahunya sangat tinggi. Bicara tentang tempat tidak seperti dunia persekolahan atau pendidikan formal. Melainkan pendidikan luar sekolah atau pendidikan nonformal ini, berdasarkesepakatan bersama. Terkadang di ruang kelas sekolah, di rumah ketua RT, RK/RW, di rumah warga belajar sendiri atau di balai desa. Yang penting ada kesepakatan. Dengan demikian dalam memperhatikan pendidikan luar sekolah atau pendidikan nonformal ini, tentang: waktu, materi, wb bervariasi dan tempat tentu beda dengan sistem persekolahan atau pendidikan formal. Dan kalau kita terpaku pada salah satu jalur saja di dunia pendidikan ini, maka kapan lagi kepincangan pendidikan itu dapat kita luruskan. Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). MEA adalah bentuk integrasi ekonomi ASEAN dalam artian adanya system perdagaangan bebas antara Negara-negara asean. Indonesia dan sembilan negara anggota ASEAN lainnya telah menyepakati perjanjian Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC). Pada KTT di Kuala Lumpur pada Desember 1997 Para Pemimpin ASEAN memutuskan untuk mengubah ASEAN menjadi kawasan yang stabil, makmur, dan sangat kompetitif dengan perkembangan ekonomi yang adil, dan mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial-ekonomi (ASEAN Vision 2020). Pada KTT Bali pada bulan Oktober 2003, para pemimpin ASEAN menyatakan bahwa Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan menjadi tujuan dari integrasi ekonomi regional pada tahun 2020, ASEAN Security Community dan Komunitas Sosial-Budaya ASEAN dua pilar yang tidak terpisahkan dari Komunitas ASEAN. Semua pihak diharapkan untuk bekerja secara yang kuat dalam membangun Komunitas ASEAN pada tahun 2020. Pertanyaan yang timbul adalah: Apa yang harus kita lakukan? Apakah PLS/PNF cukup berpangku tangan ? Jawabnya menurut Norsanie Darlan, (2012) tidak lain adalah: sebagai tenaga pendidik tenaga kependidikan, perlu membangun jiwa wira usaha di kalangan mahasiswa. Selain itu setiap mahasiswa sebelum masuk dunia kerja, kenapa tidak mendidikan pusat-pusat: Kursus PKBM TBM Lembaga Pelatihan lainnya. Sehingga kehadiran Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) kita tidak perlu gentar, sambil melibatkan diri dalam upaya menjalin pasar Asean pada tahun 2020 mendatang. Selanjutnya, Pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN yang diselenggarakan pada bulan Agustus 2006 di Kuala Lumpur, Malaysia, sepakat untuk memajukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dengan target yang jelas dan jadwal untuk pelaksanaan. Pada KTT ASEAN ke-12 pada bulan Januari 2007, para Pemimpin menegaskan komitmen mereka yang kuat untuk mempercepat pembentukan Komunitas ASEAN pada tahun 2015 yang diusulkan di ASEAN Visi 2020 dan ASEAN Concord II, dan menandatangani Deklarasi Cebu tentang Percepatan Pembentukan Komunitas ASEAN pada tahun 2015 Secara khusus, para pemimpin sepakat untuk mempercepat pembentukan Komunitas Ekonomi ASEAN pada tahun 2015 dan untuk mengubah ASEAN menjadi daerah dengan perdagangan bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja terampil, dan aliran modal yang lebih bebas. Karakteristik Dan Unsur Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pengertian karakteristik Secara etimologis, istilah karakteristik tafsir merupakan susunan dua kata yang terdiri dari kata; karakteristik dan tafsir. Istilah karakteristik diambil dari bahasa Inggris yakni characteristic, yang artinya mengandung sifat khas. Ia mengungkapkan sifat-sifat yang khas dari sesuatu. Dalam kamus lengkap psikologi karya Chaplin, dijelaskan bahwa karakteristik merupakan sinonim dari kata karakter, watak, dan sifat yang memiliki pengertian di antaranya: 1. Suatu kualitas atau sifat yang tetap terus-menerus dan kekal yang dapat dijadikan cirri untuk mengidentifikasikan seorang pribadi, suatu objek, suatu kejadian. 2. Intergrasi atau sintese dari sifat-sifat individual dalam bentuk suatu untas atau kesatuan. 3. Kepribadian seeorang, dipertimbangkan dari titik pandangan etis atau moral. Jadi di antara pengertian-pengertian di atas sebagaimana yang telah dikemukakan oleh Chaplin, dapat disimpulkan bahwa karakteristik itu adalah suatu sifat yang khas, yang melekat pada seseorang atau suatu objek. Misalnya karakteristik tafsir artinya suatu sifat yang khas yang terdapat dalam literature tafsir, seperti sistematika penulisan, sumber penafsiran, metode, corak penafsiran dan lain sebainya. Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) adalah realisasi tujuan akhir dari integrasi ekonomi yang dianut dalam Visi 2020, yang didasarkan pada konvergensi kepentingan negara-negara anggota ASEAN untuk memperdalam dan memperluas integrasi ekonomi melalui inisiatif yang ada dan baru dengan batas waktu yang jelas. dalam mendirikan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), ASEAN harus bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip terbuka, berorientasi ke luar, inklusif, dan berorientasi pasar ekonomi yang konsisten dengan aturan multilateral serta kepatuhan terhadap sistem untuk kepatuhan dan pelaksanaan komitmen ekonomi yang efektif berbasis aturan. Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan membentuk ASEAN sebagai pasar dan basis produksi tunggal membuat ASEAN lebih dinamis dan kompetitif dengan mekanisme dan langkah-langkah untuk memperkuat pelaksanaan baru yang ada inisiatif ekonomi; mempercepat integrasi regional di sektor-sektor prioritas; memfasilitasi pergerakan bisnis, tenaga kerja terampil dan bakat; dan memperkuat kelembagaan mekanisme ASEAN. Sebagai langkah awal untuk mewujudkan Masyarakat Ekonomi ASEAN, Pada saat yang sama, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan mengatasi kesenjangan pembangunan dan mempercepat integrasi terhadap Negara Kamboja, Laos, Myanmar dan Viet Nam melalui Initiative for ASEAN Integration dan inisiatif regional lainnya. Bentuk Kerjasamanya adalah : 1. Pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kapasitas; 2. Pengakuan kualifikasi profesional; 3. Konsultasi lebih dekat pada kebijakan makro ekonomi dan keuangan; 4. Langkah-langkah pembiayaan perdagangan; 5. Meningkatkan infrastruktur 6. Pengembangan transaksi elektronik melalui e-ASEAN; 7. Mengintegrasikan industri di seluruh wilayah untuk mempromosikan sumber daerah; 8. Meningkatkan keterlibatan sektor swasta untuk membangun Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Pentingnya perdagangan eksternal terhadap ASEAN dan kebutuhan untuk Komunitas ASEAN secara keseluruhan untuk tetap melihat ke depan, karakteristik utama Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA): 1. Pasar dan basis produksi tunggal, 2. Kawasan ekonomi yang kompetitif, 3. Wilayah pembangunan ekonomi yang merata 4. Daerah terintegrasi penuh dalam ekonomi global. Karakteristik ini saling berkaitan yang sangat kuat. Dengan Memasukkan unsur-unsur yang dibutuhkan dari masing-masing karakteristik dan harus memastikan konsistensi dan keterpaduan dari unsur-unsur serta pelaksanaannya yang tepat dan saling mengkoordinasi di antara para pemangku kepentingan yang relevan. Apa yang harus kita perbuat ? Sebagai upaya kita memanusiakan manusia dalam pendidikan non formal harus pula ingat dengan apa sebenarnya yang bakal terjadi dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) bagi bangsa kita diantaranya, yaitu: 1.Aliran Barang masuk yang tak bisa kita kendalikan 2.Tenaga kerja bebas. Dari 2 hal di atas dengan sekian program dari Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tersebut merupakan tantangan yang menakutkan bila kita tidak siap untuk menghadapinya maka kita akan tergilas. Misalnya Aliran barang yang bebas tanpa perlu diseleksi. Tinggal kualitas mana yang lebih baik, ia akan masuk pangsa pasar dengan mudah. Demikian juga dalam menghadapi tenaga kerja yang bebas. Mereka dengan mudah menempati lapangan kerja yang ada di negeri ini. Tantangan yang dihadapi adalah kesiapan para sarjana PLS dalam penguasaan skill. Untuk mengatasi hal-hal di atas para dosen/akademisi kita di pendidikan non formal harus sejak dini melakukan berbagai penelitian yang inovasi dalam bidang pendidikan non formal. Tanpa hal itu, kita akan ketinggalan. Hasil-hasil penelitian yang telah ada, perlu pengkajian yang lebih mendalam dengan tujuan untuk mencari mana yang inovasi. Bila kita terlambat, maka produk kita para sarjana pendidikan non formal /PLS akan tidak bisa turut serta dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2020 mendatang. Para dosen PNF seharusnya bila melakukan penelitian kita harus mencari mana yang inovatif. Khususnya dalam penelitian-penelitian PNF kita harus mencari dimana ditemukannya inovatif itu. Jika telah ditemukan, maka yang inovatif inilah yang dijadikan untuk dikembangkan agar dapat masuk dunia pasar yang bersaing dengan MEA yang diharapkan. Semoga kita sukses dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Tapi kalau tanpa kita perhatikan dari sekrang, kapan lagi. Bila terlambat maka kita akan tergilas oleh majunya masyarakat dari luar. Yang juga disebut dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tersebut. Sekedar tahu: dalam bagian akhir tulisan ini adalah: Pendidikan Luar Sekolah (PLS) yang ada di Universitas Palangka Raya itu berdiri sejak Unpar di didirikan. (Lihat Sejarah) Berdirinya Unpar semula ada IKIP Bandung Cabang Palangka Raya dan ada pula Fakultas Ekonomi. Lalu 2 perguruan tinggi swasta ini, dijadikan cikal bakal berdirinya Universitas negeri terbesar di Kalimantan Tengah. Pada IKIP Bandung Cabang Palangka Raya di sana ada Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) yang memiliki 2 jurusan. Masing-masing Pendidikan Luar Sekolah (PLS) dan jurusan pedidikan Umum (PU). Program Studi Pendidikan Luar Sekolah PLS ini, tidak pernah terhenti hingga sekarang. Dalam tahun 1986, ada goncangan berat, yaitu: seluruh Program Studi PLS, Bimbingan Penyuluhan (BP) dan Administrasi Pendidikan (AP) turut menghentikan menerima mahasiswa input SLA. Karena ada kabar burung pemerintah mau menghentikan. Hal ini kabarnya berlaku pada FKIP seluruh Indonesia. PLS Unpar tetap berjalan dengan menerima mahasiswa input Sarjana Muda dan Diploma. Hingga tahun 1996 kembali menerima mahasiswa Input SLA hingga sekarang. Semula atas restu Rektor Unpar Prof. Dr. Ir. Ali Hasymi, MS, MA. PLS Universitas Palangka Raya masuk dalam sejarah di tanah air dalam dunia pendidikan luar sekolah yang mampu bertahan tanpa berhenti. Karena selama 10 tahun berjalan masa itu, hanya 2 perguruan tinggi di tanah air yang bertahan hingga sekarang yaitu: PLS FKIP Universitas Jember di Jatim dan PLS FKIP Universitas Palangka Raya di Kalteng. Sejak tahun 2008 walau Profesornya hanya seorang, PLS Universitas Palangka Raya naik daun. Karena hingga sekarang PLS Universitas Palangka Raya tidak saja membina dan memproduk sarjana S-1 tapi juga S-2 (Program Magister/M.Pd) dan menelurkan ratusan lebih M.Pd di Kalimantan Tengah. Mahasiswa tidak sebatas di Palangka Raya, juga dari berbagai daerah dan provinsi. Di Kalimantan Tengah hampir semua kabupaten kota kuliah di S-2 PLS. Sedangkan Provinsi lain seperti Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur juga kuliah di S-2 PLS Unpar. Kalimanan Selatan tahun ini juga mendaftar. Pendapaftaran sebentar lagi (bulan Juli) akan ditutup. Bertahannya pendidikan Luar Sekolah ini untuk tetap menjalankan pengabdiannya karena meresaran pendidikan non formal ini, belum banyak mendapatkan perhatian dari berbagai pihak. Hal ini karena ketidak tahuan saja. Namun mahasiswa S-2 PLS sejak tahun 2008 mayoritas dari tenaga guru, yang berminat menyandang gelar Sarjana S-2 (M.Pd). selain itu dari berbagai PNS dari Dinas dan Badan serta Swasta dari berbagai instansi ikut kuliah di PLS. Dalam pertemuan dosen PLS secara nasional dosen –dosen dari berbagai perguruan tinggi di tanah air selalu bertanya dan angkat jempol kepada Unpar. Karena S-2 PLS di negeri tercinta ini, yang hanya satu-satunya ada di luar Jawa adalah di Palangka Raya. Sementara di PLS Surabaya 6 orang guru besar PLS kok kenapa proposalnya untuk mendirikan S-2 selalu kandas. Sementara di Universitas Palangka Raya agustus 2008 sudah mendapat restu secara resmi dan mendapat izin operasional dari Mendikbud RI, melalui Dirjen Pendidikan Tinggi. Alumnus kami sudah menempati di berbagai Instansi pemerintah dan swasta di tanah air. DAFTAR PUSTAKA Darlan, H.M.Norsanie, 2001. Konsep Dasar Pendidikan Luar Sekolah, FKIP Unpar, Palangka Raya. ------------, 2010. Pendidikan Karakter Dalam Pengembangan Perangkat Pembelajaran, Diklat Kompetensi profesi guru Tamiang Layang. ------------, 2012. Upaya Mengoptimalkan Fungsi dan Peran PKBM Sebagai Lembaga Pengembang Sumber Daya Masyarakat, Lemlit Unpar, Palangka Raya. Faisal, Sanapiah, 1983. Sosiologi Masyarakat kota dan desa, Usaha Nasional, Surabaya. H. Combs, Philip 1986. concept education beyond school, Jakarta. Soedamo, 1984. Pendidikan Non Formal, Usaha Nasional Surabaya. Soekamto, Soerjono 1998. pengayom bagi masyarakat dalam rangka mewujudkan ketertiban, keamanan yang mempunyai Kemakmuran, Jakarta. Penulis, H.M. Norsanie Darlan, Prof. Dr., MS. PH. Guru Besar S-1 dan S-2 PLS/PNF Universitas Palangka Raya.