Sabtu, 22 November 2014

CPNS PERLU TES URINE

D0211114000373 21-NOV-14 PLK BJM AKADEMISI PERTANYAKAN PEMINDAHAN PUSAT PEMERINTAHAN INDONESIA Oleh Syamsuddin Hasan Banjarmasin, 21/11 (Antara) - Akademisi Universitas Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Prof Dr HM Norsanie Darlan mempertanyakan realisasi pemindahan pusat pemerintahan Indonesia dari Jakarta ke daerah lain. "Pasalnya banjir kembali melanda Jakarta, baik sebagai ibu kota negara maupun pusat pemerintahan Indonesia," ujarnya kepada Antara Kalimantan Selatan, di Banjarmasin, Kamis malam. Wacana pemintahan Ibu Kota Republik Indonesia dari Daerah Khusus Istimewa (DKI) Jakarta beberapa waktu lalu mendapat perhatian dan tanggapan beragam dengan tinjuan dari berbagai aspek. Namun mulai dilupakan, lanjutnya. Padahal, lanjut Guru Besar pada Universitas Palangka Raya (Unpar) yang merupakan perguruan tinggi negeri tertua di "Bumi Isen Mulang" (pantang mundur) Kalteng itu, musim penghujan tiap tahun terjadi. "Dengan musim penghujan tersebut, berarti Jakarta atau Betawi yang pada Hindia Belanda disebut Batavia itu bakal menjadi langganan banjir tahunan. Tinggil kondisi banjir itu sendiri, apakah kecil, sedang atau berat," katanya. Memang, lanjut sang profesor yang berkarir dari pegawai rendahan (pesuruh) itu, meninggalkan Ibu Kota yang sudah demikian maju, sulit rasanya untuk dipindahkan. "Tapi kalau banjir setiap tahun melanda Jakarta. Apakah tidak ada pemikiran untuk masa depan kita semua. Apakah dibiarkan seperti selama ini kota Jakarta selalu kebanjiran," ujarnya. "Padahal negeri kita sangat luas dan hampir sama dengan benua Eropa. Kenapa Jakarta dijadikan satu-satunya Ibu Kota Pemerintahan Indonesia," tanya anak Desa Anjir Serapat Kabupaten Kapuas, Kalteng itu. Mantan aktivis Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI) itu mengungkapkan, di banyak negara sudah memindahkan ibu kota pemerintahannya, seperti negeri jiran Malaysia, dan Australia. "Bahkan juga negeri Amerika Serikat atau United State of Amerika (USA) yang sangat terkenal itu, ibu kota pemerintahannya pindah ke daerah lain. Tentu mereka dengan perencanaan yang cukup matang," ungkapnya. "Mungkin istana negara 'Paman Sam' USA itu tidak sempat kebanjiran. Mereka sudah memindahkannya ke tempat yang aman. Selain itu, di kawasan baru akan berkembang lagi dengan penataan yang rapi tentunya," tuturnya. Menurut dia, Indonesia untuk memindahkan Ibu Kota pemerintahan ke Palangkaraya yang lokasinya di tengah-tengah negeri ini, mungkin tidak terlalu masalah, terutama dari segi keterdiaan lahan. "Apalagi 'kota cantik' Palangkaraya posisinya berada di tengah-tengah nusantara Indonesia, sehingga mempermudah pertemuan nasional baik yang dari Sabang maupun dari Merauke persis tidak sejauh masa sekarang," katanya. "Sementara ibu kota negeri kita saat ini sudah kebanjiran penduduk dan kebanjiran banjir. Jakarta saat sekarang sebaiknya mungkin menjadi pusat perdagangan. Sedangkan Ibu Kota pemerintahan perlu emikiran lebih jauh," demikian Norsanie. ***1*** (T.KR-SHN/B/H. Zainudin/H. Zainudin) 21-11-2014 18:48:16

Tidak ada komentar:

Posting Komentar